Ini Ala Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan Gelar Edukasi Kesehatan Otak

oleh -
Suasana edukasi terkait kesehatan otak Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan. foto : ist

Palapanews.com – Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan menggelar edukasi terkait kesehatan otak bertajuk “The Amazing Human Brain and The Potential Catastrophe”.

Acara yang digelar Sabtu (04/05/2019) di Cinemaxx Sun Plaza, Medan ini, menghadirkan narasumber Ketua Tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Lippo Village Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS, Ph.D.

Berbagai kasus gangguan kesehatan otak yang telah ditangani disajikan dalam format layar lebar 3 dimensi dan disaksikan oleh masyarakat awam, dokter, serta para mantan pasien.

“Format film merupakan salah satu media audio visual yang dapat menyampaikan edukasi secara efektif dan variatif,” ungkap Prof. Dr. Dr. dr. Eka J. Wahjoepramono, Sp.BS, Ph.D, inisiator edukasi kesehatan otak.

Edukasi seperti ini, lanjutnya, dilakukan dengan tujuan agar masyarakat bisa lebih memahami dengan mudah apa yang disampaikan, selain tampil lebih fun dan menarik. Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan merupakan rumah sakit di jaringan Siloam Hospitals Group yang memiliki Pusat Unggulan Saraf & Bedah Saraf.

Pusat unggulan yang menangani berbagai kondisi dan gangguan kesehatan otak, sumsum tulang belakang, dan saraf perifer ini, terdiri dari tim spesialis bedah saraf dan saraf, berpengalaman serta didukung dengan peralatan medis mutakhir antara lain seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI) 1.5 Tesla, CT Scan 256 Slide.

Berbagai macam kasus gangguan kesehatan otak, termasuk melakukan 50 operasi batang otak yang memiliki tingkat kerumitan tinggi berhasil dilakukan oleh tim Bedah Saraf Siloam Hospitals Group.

“Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan otak (brain check up) secara rutin masih sangat jarang. Selama ini lebih banyak orang yang memeriksakan kesehatan jantung atau organ tubuh lainnya,” jelas Direktur Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan dr. Mangantar Marpaung, MMKes.  Namun, pada kenyataannya, menurutnya, brain check up sangat diperlukan karena berguna untuk mendeteksi penyakit yang mengancam kesehatan otak, seperti stroke.

“Hal inilah, yang ingin kami sosialisasikan juga kepada masyarakat awam melalui acara edukasi ini,” jelas dr. Mangantar.

Salah satu cara melakukan brain check up adalah dengan menggunakan MRI yaitu sebuah prosedur diagnostik mutakhir untuk memeriksa dan mendeteksi kelainan organ di dalam tubuh dengan menggunakan medan magnet dan gelombang frekuensi radio tanpa radiasi sinar X atau bahan radioaktif.

Dengan MRI, sel-sel hingga yang terkecil sekali pun di dalam otak dapat terlihat dan terdeteksi. Pemeriksaan MRI dianjurkan untuk mereka yang berusia 40 tahun ke atas, di mana risiko stroke sangat tinggi di usia ini, namun juga dianjurkan untuk mereka yang punya riwayat keluarga menderita stroke.

“Pencegahan tentunya lebih baik daripada mengobati. Dengan kesadaran dan rutin melakukan pemeriksaan, kita dapat mencegah dan mendeteksi dini segala kemungkinan yang bisa terjadi,” tegas dr. Mangantar.

Lakukanlah pemeriksaan secara menyeluruh pada fasilitas kesehatan yang menawarkan pelayanan kesehatan komprehensif serta memiliki tenaga medis kompeten dan peralatan medis yang dapat menunjang pemeriksaan tersebut.

Berbagai alternatif pengobatan yang sesuai dengan biaya pun dapat segera diinformasikan kepada pasien dan keluarga jika memerlukan penanganan segera. (rls/bd)

Komentar Anda

comments