Kompetisi Robot Indonesia, Bocah SD Asal Tangsel Juara Maze Solving

oleh -
Imran, murid kelas 5 SD sabet juara di IYRC 2019. Foto: Nad

Palapanews.com- Sebanyak 500 peserta yang berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA mengikuti kompetisi Indonesian Youth Robot Competition (IYRC) 2019 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang pada Minggu (14/4/2019) kemarin. Salah satu peserta kompetisi IYRC tahun ini adalah Imran (10), murid kelas 5 SD Muhammadiyah Pamulang, Tangerang Selatan.

Anak berbakat ini mengikuti lomba dalam kategori Maze Solving, dimana robot yang telah diprogram dan para peserta diharuskan menaklukkan track lintasan yang telah dipersiapkan panitia.

Kemampuan Imran dalam memprogram serta mengoperasikan robotnya sulit tertandingi oleh peserta lain. Padahal, pesaingnya merupakan siswa tingkat SMP dan SMA. Hingga akhirnya, di IYRC 2019 Imran kembali menambah catatan prestasi dengan meraih medali emas IYRC berkategori Maze Solving.

Pada IYRC tahun sebelumnya, Imran berhasil menyabet 2 medali emas sekaligus untuk kategori Drone Coding dan Creative Robotic. Putra dari pasangan Faisal dan Ni’matul Aini itu pun pernah pula mendapat medali silver dalam perlombaan internasional di Thailand, bahkan meraih medali emas di Singapura dengan kategori Brick Speed.

Ibu Imran, Ni’matul Aini terlihat setia mendampingi Imran mengikuti perlombaan yang tengah berlangsung. Dia sempat menuturkan bahwa prestasi putranya itu kini menjadi kebanggan tersendiri bagi keluarga.

“IYRC tahun 2018 kemarin dia dapat 2 medali emas, dan 1 perunggu untuk kategori Coding Mission Save Forest.Terus kalau tingkat internasionalnya itu waktu di Thailand, dia dapat perak, dan di Singapura waktu itu dapat emas,” katanya.

Menurut sang ibu, pihak keluarga sangat berharap Imran bisa terus mengasah kemampuan dan skill hingga kembali mengarungi lomba skala internasional. Sayangnya keinginan itu sedikit terhambat, lantaran biaya yang dibutuhkan untuk mengikuti kompetisi di luar negeri tak sedikit.

“Mudah-mudahan nanti ada jalan keluarnya. Yang pasti kita ingin kemampuan anak ini tetap terus berkembang,” harap sang ibu.

Perlombaan IYRC 2019 telah memasuki tahun kelima. Perhelatan kali ini bertema “My Robot Helps Us”, yang terselenggara atas kerjasama Sinar Mas Land, Asian Robotic Competition Committee, serta Racer Robotic. IYRC sendiri merupakan salah satu agenda menuju kompetisi robotic kelas dunia International di Korea Selatan, pada Agustus 2019 mendatang.

Sementara Ketua Indonesia Youth Robotic Association (IYRA), Firdiansyah, memaparkan, bahwa setiap tahunnya hampir sekira 50 siswa yang diajak berkompetisi di tingkat internasional. Namun dia mengakui, segala biaya masih ditanggung secara swadaya oleh peserta.

“Setiap tahun 50 siswa yang kita bawa. Itu memang terkendala pembiayaan. Tapi sebenarnya, setiap pulang dari perlombaan di luar sana, contoh saja kemarin dari Beijing, anak-anak justru balik modal bahkan lebih. Karena dikasih uang saku segala macam dari panitia disana,” jelasnya.

Lanjutnya, masing-masig sekolah ada kegiatan robotik dan sebagian kita bina, sebagian mengembangkan sendiri. Kemudian mereka yang tertarik di kompetisi, maka kita libatkan disini, tiap sekolah rata-rata mengirim 10 siswanya.

“Suasana ini yang terus kita dorong, agar kemampuan berfikir logis mereka dapat berkembang luas,” tukasnya. (nad)

Komentar Anda

comments