Mahasiswa Asal Sumbar Naik Sepeda Menuju KPU DKI Jakarta

oleh -

Palapanews.com- Usia muda tidak menyurutkan semangat Ernadi untuk mensosialisasikan pemilihan umum (Pemilu) berjalan damai dan menyuarakan pemilih tidak golongan putih (Golput).

Pria berusia 31 tahun itu nekat mengendarai sepeda kayuh berkeliling dari Sumatera Barat (Sumbar) hingga ke Ibukota DKI Jakarta.

Adi panggilan akrabnya bercerita, dirinya berangkat dari rumahnya di Padang, Sumatera Barat pada 25 Februari 2019. Sampai saat ini ia mengaku sudah menempuh perjalanan hingga 37 hari dan baru tiba di kantor KPU Kota Tangerang hari ini.

“Saya tidak buru-buru, yang penting saya bisa sampai di Jakarta tiba dengan selamat dan sebelum hari pencoblosan. Kalau lewat tanjakan sepeda saya tuntun,” ujar pria kelahiran Lubuk Gadang, Kabupaten Pasaman Barat, 8 Oktober 1987.

Saat di perbatasan Tangerang-Jakarta, ia baru saja mendorong sepedanya dengan gagahnya tepatnya di Jalan Daan Mogot, Tangerang. Meski terik matahari memanasi perjalanannya, pemuda yang masih berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Sumatera Barat itu tetap semangat.

Adi mengaku sudah menjelajahi satu per satu kota selama perjalanan dari Sumatera Barat hingga ke Tangerang. Ia pun tidak lupa untuk mampir ke kantor KPU yang dilewatinya untuk singgah dan meminta surat bahwa dirinya telah singgah ke kantor tersebut.

“Saya sudah mengumpulkan banyak surat dari kantor KPU yang telah saya lewati. KPU DKI Jakarta tujuan akhir saya,” ucapnya.

Setiap harinya, perjalanan dimulai pagi lalu berhenti pukul 20.00 WIB untuk istirahat. Jika ada kesempatan, dirinya pun menggunakannya untuk mencuci pakaian yang dibawanya yang tersimpan di dalam tas dengan kondisi telah lusuh.

“Saya tidur di kantor KPU yang saya lewati, di kantor polisi, bahkan di tiap masjid pun pernah,” jelasnya.

Selama perjalanannya, ia membawa bekal pakaian satu stel kemeja putih dan jas, serta uang yang tidak terlalu banyak.

“Saya bawa baju seperti pak Jokowi (kemeja putih) dan pak Prabowo (jas). Yang penting saya sebagai relawan sangat ingin mensosialisasikan tidak golput,” jelasnya.

Cukup mudah mengenalnya ketika di jalan. Pada jaket yang dikenakannya terdapat tulisan KPU serta di sepedanya banyak dihiasi kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden dari kedua kubu baik nomor 01 dan 02. Sepeda berwarna merah tua yang sudah berkarat itu tampak sederhana dan ada bendera merah putih yang diletakkan di bagian belakang sepeda.

“Setiap lewat kantor KPU, mereka selalu mendukung. Saat lewat jalan raya pun banyak masyarakat yang mendukung bahkan membantu saya dari segala faktor,” ungkap anak pertama dari empat bersaudara itu.

Dia berencana, ketika sampai di kantor KPU DKI Jakarta, dia hendak dipertemukan dengan Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, sebagai relawan demokrasi yang mendukung pemilu yang jujur, adil dan bersih.

“Mudah-mudahan seluruh harapan saya terkabul. Saya juga akan kembali secepatnya dari Jakarta ke kampung halaman untuk menggunakan hak pilih. Masa saya mensosialisasikan jangan golput, tapi saya tidak memilih kan lucu,” jelasnya.

Sementara, Staf Teknis dan Humas KPU Provinsi Sumatera Barat Zamzami mengatakan, keberangkatan Adi ke Jakarta didukung penuh oleh pihaknya. Walau begitu, pihaknya merasa khawatir dengan apa yang dilakukan oleh Adi.

“Kami mensupport penuh kemauan dari Adi, mulai dibekali dengan handphone lalu beberapa uang. Keinginan dia (Adi) sangat besar ke Jakarta bertemu presiden untuk mewujudkan harapannya sebagai relawan demokrasi. Tapi kami khawatir juga, karena dia ke Jakarta nekat dengan membawa sepedanya,” ujar Zamzami.

Zamzami bercerita, awalnya Adi mendatangi KPU Provinsi Sumatera Barat dengan membawa sepeda beserta bendera merah putih dan foto dari kedua pasangan dari nomor urut 01 dan 02. Lanjutnya, Adi datang ke KPU untuk meminta izin menyosialisasikan pemilu agar berjalan damai dengan cara bersepeda hingga ke Jakarta.

“Dia datang dan kebetulan langsung ketemu saya. Setelah diceritakan keinginannya tersebut, saya pun langsung berbicara kepada atasan. Dan atasan saya pun mendukungnya,” katanya.

Dengan keberangkatannya menuju Jakarta, Zamzami berharap, Adi bisa mewujudkan keinginannya menyosialisasikan pemilu berjalan damai dan menyuarakan pemilih tidak golongan putih (Golput) dan selamat lahir dan batin kembali lagi ke Sumatera Barat.

“Semoga dia selalu sehat dalam perjalanannya dan bisa menjadi pemuda yang mendukung penuh demokrasi yang damai,” tuturnya.(rik)

Komentar Anda

comments