Mayapada Hospital Beri Pemahaman Soal P3K

oleh -

Palapanews.com- Mayapada Hospital bersama Pocari Sweat menggelar kegiatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) yang berlokasi di auditorium Mayapada Hospital, Sabtu, 30 Maret 2019.

Kegiatan ini menghadirkan 50 siswa/siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) dari sembilan sekolah di Kota Tangerang yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR).

Humas Mayapada Hospital, Carati Tedja mengatakan, kegiatan ini merupakan sebuah edukasi kepada siswa/siswi yang tergabung dalam PMR. Pasalnya, PMR merupakan unit yang pertama kali dicari ketika terjadi peristiwa kecelakaan di sekolah.

“Siswa/siswi yang tergabung dalam PMR ini harus bergerak cepat ketika terjadi sesuatu. Untuk itu, mereka (PMR) perlu memperoleh wawasan lebih mendalam tentang pertolongan pertama,” kata Carati.

Carati menambahkan, ini merupakan kegiatan pertama kali digelar, kedepannya Mayapada Hospital akan terus merangkul sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman tentang P3K.

Diketahui, P3K merupakan sebuah usaha yang sifatnya sementara yang dilakukan oleh orang awam atau petugas P3K terhadap korban kecelakaan sebelum mendapatkan perawatan khusus dari tim medis.Tindakan dari petugas P3K harus cepat serta tepat ketika pertama kali ia melihat korban kecelakaan menggunakan bahan-bahan yang ada di tempat kejadian.

Adapun manfaat dari tindakan P3K yang tepat,cepat dan benar yakni dapat mengurangi cacat yang di akibatkan oleh kecelakaan,mengurangi penderitaan yang di alami oleh korban kecelakaan hingga menyelamatkan korban kecelakaan dari kematian.

Namun, sebaliknya apabila penanganan terhadap korban kecelakaan dilakukan tidak benar dapat membuat atau memperburuk keadaan si korban kecelakaan hingga menimbulkan kematian.Jadi,ada baiknya sebelum melakukan tindakan P3K terhadap korban kecelakaan anda mempelajari tata cara mengenai P3K.

Sementara itu, salah satu pembina PMR dari SMA 8, Maryani mengungkapkan, bahwasanya, kegiatan seperti ini harus dilakukan secara rutin. Sebab, dengan adanya sosialisasi dan praktik yang langsung diperagakan oleh dokter akan menambah wawasan para siswa. Apalagi, PMR yang merupakan salah satu organisasi yang amat penting.

“Dengan kegiatan seperti ini, mereka diajarkan untuk saling membantu dan menangani korban yang membutuhkan,” pungkas Maryani seraya menambahkan, ilmu yang didapat pun bisa diberikan kepada teman-teman di sekolah maupun di rumah.(ydh)

Komentar Anda

comments