Jelang Pemilu, Koarmada I TNI AL Gelar Simulasi Perang Lawan Teroris

oleh -

Palapanews.com- Komando Armada (Koarmada) I TNI Angkatan Laut (AL) menguji kemampuan tempur personel dan alutsistanya, dalam membebaskan sandera yang dilakukan oleh Sabortir atau teroris di PLTU Suralaya, Kota Cilegon, Banten, yang memasok listrik Jawa, Bali Dan Madura.

Sebanyak 650 personel TNI AL dari berbagai kesatuan diterjunkan, melumpuhkan teroris dan memberi bantuan pengobatan ke masyarakat sipil yang menjadi korban samdera sabortir.

“Kalau ini terganggu, tentunya Pemilu, perhitungan suara dan sebagainya terganggu. Sehingga ini juga merupakan aksi kita untuk mengantisipasi berbagai ancaman Pemilu ini,” ujar Panglima Komando Armada I (Pangkoarmada I) Laksamana Muda TNI Yudo Margono di Dermaga Indah Kiat, Kota Cilegon, Banten, Kamis, 28 Maret 2019.

Enam unit KRI, yakni Kapitan Patimura-371, Barakuda-633, Clurit-641, Torani-860, Tenggiri-865, Semarang-593, Cassa U-6208 sampai Heli Bel diterjunkan dalam operasi penyanderaan General Manager (GM) dan sabotase PLTU Suralaya.

Kapal perang yang diterjunkan, untuk membantu kekuatan TNI AL, jika ada serangan dari kelompok teroris dari arah laut.

“Kita mengamankan objek vital dari laut, karena di darat sudah disimulasikan dikuasai oleh sabortir,” katanya.

Berbagai simulasi peperangan di uji kemampuannya oleh TNI AL, seperti kemampuan personel, alutsista, menguji tingkat kemampuan gelar sistem K3I (Komando, Kendali, Komunikasi dan Informasi), menguji doktrin, prosedur dan mekanisme pengamanan obvitnas, pengamatan udara dan permukaan.

Ada juga infiltrasi udara dan permukaan, negoisasi, pembebasan sandera, pengejaran di laut (Henrikhan), jihandak, evakuasi medis sampai penanganan hukum.

“Untuk perkuatan juga sudah kita atasi penindakan dengan kapal perang, yang tadi telah melaksanakan patroli sektor di sekitar PLTU Suralaya,” jelas Yudo.(rik)

Komentar Anda

comments