Pernah Raih MURI, Biopori Tak Mampu Cegah Banjir

oleh -

Palapanews.com- Kota Tangerang pernah mendapatkan rekor MURI untuk jumlah biopori terbanyak. Keberadaan biopori tersebut sebagai salah satu cara untuk mengurangi titik genangan air saat hujan datang.

Namun, pada kenyataannya kota yang memiliki 13 kecamatan ini masih dilanda banjir, hal ini terjadi karena biopori tersebut tidak dirawat.

Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Tangerang, Arief R Wismanayah saat menggelar kegiatan rutin bulanan Rapat Evaluasi Kewilayahan yang dihadiri oleh pejabat esselon II, Camat, Lurah, dan ketua RW seKota Tangerang.

Walikota menyampaikan, ketua RW bisa menjadi motor penggerak dalam membantu berlangsungnya program – program pembangunan yang sedang digalakan oleh Pemkot Tangerang.

Salah satu hal yang menjadi pokok pembahasan dalam rapat tersebut adalah penanganan masalah lingkungan terutama dalam pengendalian banjir dan genangan.

“Dulu Kota Tangerang pernah dapat rekor MURI untuk jumlah biopori terbanyak. Tapi karena tidak dirawat jadinya kurang maksimal fungsinya,” tambah Arief.

Walikota mengajak kepada masyarakat untuk dapat menyiapkan penanganan banjir dengan cara yang sederhana tapi bisa memberikan hasil yang maksimal bila diterapkan dengan baik.

“Coba buat sumur – sumur resapan, lubang biopori baru, caranya mudah dan tidak memerlukan biaya yang besar. Supaya bisa mengurangi dampak genangan dan titik banjir yang ada,” sambung Arief.

“Nanti SKPD bantu kebutuhannya di wilayah,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Rapat Evaluasi Kewilayahan ini juga diisi dengan pemberian wawasan tentang Gerakan Menabung Air oleh narasumber Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS yang pernah menjabat sebagai rektor Universitas Brawijaya.(ydh)

Komentar Anda

comments