Puluhan Pejuang Kanker Meriahkan Panggung Tangcity Mall

oleh -
Anak-anak mengikuti peringatan World Cancer Day 2019 di Tangcity Mall. Foto: Nad

Palapanews.com- Dalam rangka memperingati World Cancer Day 2019 dan World Children’s Cancer Day 2019, Tangcity Mall menggelar serangkaian acara di Main Atrium Tangcity Mall, Kota Tangerang, Sabtu (23/2/2019).

Acara yang berlangsung dari siang hingga sore hari ini bekerjasama dengan Yayasan Amaryllis Kirana, RSU Kabupaten Tangerang, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan didukung oleh beberapa komunitas, seperti Aku Badut Indonesia, dan Tangcity Dance Community.

Community Relation & Media Communication Tangcity Mall, Fakhdian Pamungkas mengatakan peringatan Hari Kanker Internasional yang jatuh pada 4 Februari, dan Hari Kanker Anak Internasional pada 15 Februari lalu ini untuk berbagi kebahagiaan kepada anak-anak pejuang kanker dan hemofilia.

“Kita bersama-sama menghibur puluhan adik-adik pejuang kanker dan hemofilia yang ada disini, agar tetap semangat dan ceria dalam menjalani hari-harinya,” paparnya.

Ditempat yang sama, Dokter Spesialis Anak RSU Kabupaten Tangerang, Rini Purnamasari membeberkan bahwa kasus kanker anak di Banten telah berjalan lama. Pada tahun 2013 silam, pihaknya pun mulai membuka pelayanan kanker untuk anak.

“Hingga saat ini, dalam kurun waktu 5 tahun, kurang lebih ada 280 anak yang pernah datang ke RSU Kab Tangerang untuk menjalani pengobatan,” ucapnya.

Ia menambahkan, rumah sakitnya juga telah menjadi rujukan di Banten dan dengan protokol pengobatan yang sama dengan rumah sakit yang lain.

Sementara Asep Ruswiadi selaku ketua Yayasan Amaryliis Kirana menjelaskan, sebanyak 60 anak persen anak penderita kanker yang menjalani pengobatan di RSU Kab Tangerang, singgah di Yayasan Amaryllis sejak lima tahun lalu.

“Disamping menjadi tempat transit, pengobatan dan kebutuhan lain yang tidak dicover oleh pemerintah menjadi fungsi kami untuk menggalang dana ke para donatur,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memberi edukasi kepada orangtua dan pendampingan sebagai proses pengobatan. Karena dokter, yayasan dan orang tua harus bersinergi dalam mendampingi anak pejuang kanker. (nad)

Komentar Anda

comments