Pengguna Transportasi Umum Meningkat, Pemkot Tangerang akan Beli Angkot

oleh -

Palapanews.com- Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, pengguna kendaraan umum di penyangga Ibukota semakin menurun.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Tangerang, Saeful Rohman mengatakan, pengguna transportasi umum di wilayahnya meningkat tiap bulannya.

“Kalau yang dimaksud Pak Wapres terkait transportasi penyangga Ibukota menurun saya kurang tahu, mungkin maksudnya Transjakarta. Tapi yang jelas kalau di wilayah kami termasuk koridor 13 CBD-Blok M, tiap bulan penumpangnya meningkat, sekarang per hari udah 24 ribu. Bahkan, transportasi umum bus rapid transit (BRT) milik kita juga tiap bulannya penumpang selalu ada peningkatan,” ujar Saeful, Kamis, 21 Februari 2019.

Saeful menjelaskan, usaha Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang untuk mengalihkan warganya pengguna kendaraan pribadi ke transportasi umum dinilai sudah optimal.

“kita terus mengoptimalkan angkutan umum di Kota Tangerang. Saat ini kita juga lagi mengkaji angkot dijadikan sebagai feeder Transjakarta dan BRT,” katanya.

Nantinya, Saeful menuturkan, angkot di wilayah Kota Tangerang akan bertransformasi selayaknya transportasi berbasis online. Dimana, lanjutnya, angkot tersebut kedepannya menjadi feeder bagi angkutan umum massal BRT.

“Mau tidak mau angkot sekarang itu harus seperti online tidak lagi tradisional seperti sekarang. Angkot nanti beroperasional disekitaran pemukiman. Jadi orang saat keluar dari rumah sudah mendapat angkot,” jelasnya.

Saeful menambahkan, Pemkot Tangerang pun berencana menghidupkan kembali minat masyarakat untuk naik angkot menuju tempat aktivitas. Pemkot akan membeli angkot-angkot tersebut dari pemiliknya dan akan dioperasikan di wilayah permukiman.

“Tarifnya tentu akan disubsidi biar murah. Rencana ini masih dalam tahap kajian, apakah secara hukum dibolehkan atau tidak,” katanya.

Jika kajian yang dilakukan, pihaknya bersama Kejari Tangerang menyebutkan rencana pembelian angkot itu tak melanggar hukum, angkot-angkot yang berusia di bawah 10 tahun akan dibeli untuk dioperasikan kembali di permukiman-permukiman warga, atau bisa juga angkot itu menjadi angkutan pengumpan.

Saat ini, kata Saeful, jumlah angkot yang memiliki izin operasi di 23 trayek di Kota Tangerang sekitar 2.000 unit.

“Untuk para sopir angkot, jangan khawatir. Jika rencana itu terwujud, mereka akan diprioritaskan sebagai sopir di angkutan pengumpan BRT dengan gaji bulanan,” paparnya.(rik)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.