Disperkimta Tangsel Kumpulkan Pengelola Lingkungan Bahas Usulan Program

oleh -
Disperkimta gelar Sosialisasi Pembangunan Sarana Penunjang Permukiman. Foto: Ist

Palapanews.com- Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Sosialisasi Pembangunan Sarana Penunjang Permukiman di Balaikota Tangsel, dari 11 sampai 14 Februari 2019. Kegiatan ini dihadiri pengelola lingkungan di wilayah paling bawah, seperti pengurus RT, RW, Kasie Ekbang maupun Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM).

Kepala Bidang Permukiman pada Disperkimta Kota Tangsel, Bedi Budiman mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan fungsi koordinasi dan komunikasi antara Disperkimta dengan pengelola lingkungan. Selain itu, untuk menanamkan pengetahuan dan menyamakan persepsi tentang persyaratan-persyaratan atau kriteria tertentu untuk membangun fasilitas atau sarana penunjang permukiman.

“Khususnya untuk membahas Balai Warga dan Gapura yang akan rencananya akan dibangun tahun ini,” katanya menjelaskan kepada Palapanews.

Berdasarkan pengalaman setiap tahun anggaran, menurutnya biasanya kondisi di lapangan pada saat pengajuan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dengan kondisi fisik yang bakal dikerjakan berbeda.

“Jadi, di sini kita samakan dahulu persepsinya melalui koordinasi ini. Tentunya dalam mewujudkan pelaksanaan pembangunan yang terbaik di Kota Tangsel sesuai prosedur dan peraturan perundang undangan yang berlaku,” jelasnya.

Masih menurut Bedi, pada tahun anggaran 2019 ini Disperkimta bakal membangun 24 Balai Warga dan 20 Gapura Lingkungan yang tersebar di tujuh kecamatan di kota pemekaran dari Kabupaten Tangerang ini. Seluruhnya, merupakan usulan dari Musrenbang tingkat kota tahun 2018.

“Kami menangkap aspirasi masyarakat sesuai kepentingannya, menerima usulan desain yang diinginkan warga, namun tetap tidak boleh meninggalkan ciri khas Kota Tangsel. Seperti warga mengusulkan di dalam Balai Warga terdapat tempat sampah, gudang, papan informasi atau pun lainnya. Ada juga yang mengusulkan dibuat taman bermain di sekitar Balai Warga. Namun tetap menyesuaikan anggaran, untuk Balai Warga berkisar Rp300 juta per satu balai, sedangkan untuk gapura bervariasi, sekitar Rp40 hingga 190 juta,” ungkap Bedi.

Ia berharap, sosialisasi dan koordinasi hingga tahap pelaksanaan dapat berjalan dengan baik, untuk meningkatkan rasa tanggung jawab penyelenggara pemerintahan di garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Bedi juga mengajak para warga untuk mengerti dan memahami penyehatan lingkungan permukiman. Salah satunya, mengajak warga untuk membuat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL Komunal) yang merupakan sarana untuk mengolah limbah yang berbentuk cair misalnya seperti limbah dari WC, dari air cuci ataupun dari kamar mandi secara bersama-sama. (adv)

Komentar Anda

comments