HIPLI Banten Gelar Nobar Film Laundry Show

oleh -
Nobar film Landry Show bareng para artisnya di CGV Teraskota. Foto: Ist

Palapanews.com- Himpunan Pengusaha Laundry Indonesia (HIPLI) wilayah Banten menggelar nonton bareng film “Laundry Show” bersama para artisnya, yakni Boy William, Gabriella Desta dan David Saragih di CGV Teraskota, Tangerang Selatan, 7 Februari 2019 lalu.

HIPLI Banten juga menggandeng Cleanlab POS, aplikasi kasir laundry yang juga mengundang para penggunanya untuk nobar film ini. Selama acara berlangsung, terjadi kemeriahan yang melibatkan penonton dari pihak HIPLI maupun pengguna Cleanlab POS yang tentunya sama-sama pengusaha laundry. Mereka merasa puas akan acara ini, karena selain dapat memperluas jaringan mereka, tentunya mereka mendapat sajian hiburan menarik di tengah penatnya mengurus laundry sehari-hari.

Filmnya sangat relevan menggambarkan jatuh-bangunnya seorang pengusaha laundry mengatasai masalah yang ada di bisnis laundry. Karena itu para penonton tidak hanya terhibur tapi juga mendapat banyak inspirasi dari film ini untuk tetap semangat menyukseskan laundry, walau banyak tantangan yang harus dihadapi.

“Acara ini kami adakan untuk memperkuat kekompakan para anggota HIPLI Banten. Selain itu mereka juga berkesempatan untuk networking dengan pengusaha laundry lain yang merupakan pengguna aplikasi kasir laundry Cleanlab POS. Sehingga para pengusaha laundry ini bisa saling berdiskusi dan berdialog guna mengembangkan industri laundry Indonesia ke arah yang lebih baik. Kolaborasi dengan Cleanlab POS juga kami harapkan dapat lebih mengenalkan kepada anggota kami tentang manfaat Cleanlab POS yang bisa membantu mereka memudahkan mengatur laundry,” ujar Songgo Harjo, Ketua HIPLI Banten dalam siaran persnya.

Salah satu penonton yang juga merupakan pengurus HIPLI Banten mengungkapkan kepuasannya setelah acara nobar ini. “Filmnya seru banget, kita jadi belajar lagi tentang apa yang harus dibenahi di laundry. Yang sedang merasa kerepotan dengan bisnisnya juga semoga bisa mendapat suntikan semangat dan motivasi setelah menonton. Banyak manfaat dan pesan penting yang bisa dipetik dari film ini,” ujar Ilham Rabbany, salah satu pengurus HIPLI Banten.

Boy William yang menjadi tokoh utama dalam film ini dikisahkan memilih buka usaha laundry setelah resign dari kantor tempatnya bekerja. Usaha laundry dipilihnya karena terinspirasi ibunya yang mengajarinya mencuci baju sendiri sejak kecil. Meski hanya berakting dalam film, Boy William cukup menjiwai perannya sebagai pengusaha laundry. Walaupun bukan pengusaha laundry sungguhan, demi film ini ia mengikuti pelatihan mencuci, menyetrika dan melipat baju, hingga mendapat sertifikat.

Boy pun juga mengungkapkan perasaannya menjadi pengusaha laundry. “Pusing ternyata jadi pengusaha laundry, karena banyak sekali hal yang harus diurus. Tapi sangat menyenangkan bagi saya, ini jadi pengalaman yang bagus untuk saya,” ungkapnya setelah berfoto bersama dengan semua penonton yang hadir. (red)

Komentar Anda

comments