Batan Serahkan DED Reaktor Daya Eksperimental Tahap Dua

oleh -

Palapanews.com- Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melalui Pusat Teknologi Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN) menyampaikan dokumen detail engineering design (DED) reaktor daya eksperimental (RDE) tahap dua kepada Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) di Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (28/1/2019).

Pengiriman ini merupakan rangkaian tahapan rencana pembangunan RDE sebelumnya telah dirampungkan penyusunan Basic Engineering Design (BED) pada tahun 2017.

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro mengatakan pada tahun 2015 Batan melalui Renuko sebagai pihak ketiga telah membuat konseptual desain. Kemudian pada tahun 2017, pihaknya bersama stakeholder nasional lainnya mengembangkan konseptual desain menjadi BED yang kemudian dilanjutkan di tahun 2018 disusun DED.

“Perkembangan rencana pembangunan RDE cukup baik khususnya dari sisi desain. Karena merupakan tahun terakhir rencana strategis (renstra), kami juga¬†perlu berkomunikasi dengan stakeholder terkait rencana pembangunan RDE agar di masa renstra mendatang mendapat dukungan, khususnya dari Bappenas,” paparnya.

Namun demikian, menurutnya, desain RDE tetap dilanjutkan hingga tahap verifikasi dan validasi bahkan sertifikasi untuk meningkatkan capacity building SDM serta terwujudnya desain PLTN pertama di Indonesia.

“Dengan mengirim dokumen DED tahap dua ini diharapkan BATAN dan Bapeten dapat meningkatkan capacity building dalam desain dan proses lisensi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) generasi ke-4¬†RDE yang mengedepankan tingkat keselamatan yang tinggi,” ungkapnya.

Sementara Kepala PTKRN, Geni Rina Sunaryo mengatakan dalam menyusun dokumen DED, BATAN dilengkapi dengan laboratorium fasilitas pengujian terkait Reactor Cavity Cooling System (RCCS) yang digunakan untuk melakukan verifikasi dan validasi detail desain. Fasilitas ini dibangun dengan mendasarkan pada detail desain yang telah disusun.

“Fasilitas uji ini dibangun berbasis pada detail desain yang telah disusun dan dimanufaktur di Indonesia, dengan komponen lokal hampir 80 persen. Hasil dari pengoperasian fasilitas uji ini akan dijadikan sebagai bahan verifikasi dan validasi detail desain,” imbuhnya.

Ia menuturkan, fasilitas uji ini digunakan untuk menunjukkan bahwa detail desain RDE yang disusun tervalidasi dengan baik, dan hal ini menjadi sesuatu yang penting untuk meyakinkan pihak regulator yakni Bapeten.

Dengan kemampuan SDM yang dimiliki BATAN dalam menguasai teknologi nuklir, Geni berharap BATAN mampu menjadi technology provider, technical support organization, dan clearing house teknologi nuklir bukan hanya pada level on paper (karya tulis ilmiah) tapi mampu mendesain, membangun, dan mengoperasikan PLTN.

Selain sebagai penghasil listrik, RDE ini digadang-gadang dapat dimanfaatkan untuk produksi gas hidrogen dan pencairan batu bara.

Program pembangunan RDE ini perlu disampaikan kepada masyarakat secara terus menerus, agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh tentang pemanfaatan teknologi nuklir untuk kesejateran. Selain program pembangunan RDE, BATAN juga perlu mengenalkan fasilias nuklirnya, agar masyarakat merasa ikut memiliki dan menerima teknologi nuklir. (nad)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.