Sequis Ajak Masyarakat Siapkan Hari Tua Berkualitas

oleh -
Ilustrasi Foto: Ist

Palapanews.com- Tinggal menghitung hari maka kita akan meninggalkan tahun 2018 dan memasuki tahun 2019. Rencana apa yang sudah Anda siapkan untuk masuk ke tahun yang baru?

Biasanya orang membuat resolusi tahun baru seperti; ingin melanjutkan sekolah, menikah, mencari pekerjaan baru, membuka bisnis atau ingin traveling ke negara lain, dan masih banyak lagi.

Dari sekian resolusi yang dibuat apakah menyiapkan masa pensiun masuk dalam daftar resolusi Anda? Jika ya, berarti Anda peduli untuk menyiapkan diri menyambut ujung siklus kehidupan manusia.

Namun, jika belum terpikirkan menyiapkan masa pensiun, mumpung saat ini sedang mempersiapkan tahun baru, saatnya mempersiapkan finansial sebagai calon lansia masa depan yang berkualitas karena kemampuan fisik dan mental pasti akan menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Mengapa Perlu Mempersiapkan Masa Pensiun?

Berdasarkan data persentase penduduk lansia menurut kelompok umur yang dikeluarkan oleh BPS tahun 2017, terdapat 8,97% atau 23,4 juta lansia yang ada di Indonesia. Masih menurut BPS, sinyal penuaan penduduk Indonesia sudah terdeksi sejak tahun 2000, yaitu hasil dari hasil sensus penduduk, persentase lansia Indonesia sudah melebihi 7%. Disebutkan pula, pada angka kesakitan lansia tahun 2017 sebesar 26,72 % atau dari 100 lansia terdapat sekitar 27 lansia yang sakit.

Dari data tersebut maka kita yang berada di usia produktif saat ini yang merupakan calon lansia sudah seharusnya memikirkan bagaimana menyiapkan diri selagi masih belum pensiun karena jika tidak dipersiapkan akan berimplikasi pada beban penduduk usia produktif di masa mendatang yang harus menanggung kebutuhan hidup dirinya, keluarganya, dan lansia.

Dalam siaran persnya, Regional Head of Agency Development Sequis Fourrita Indah mengatakan lansia merupakan puncak dari siklus hidup manusia dan setiap fasenya akan saling berkaitan. Katanya, para pemerhati keuangan berpendapat bahwa ‘Kita di hari depan akan diurus oleh kita di masa kini’.

Artinya, lansia saat ini ditentukan oleh persiapan lansia tersebut di masa lalu. Untuk itu, jika nantinya generasi sekarang ingin menjadi lansia yang sehat, aktif, dan produktif maka tergantung pada bagaimana menyongsong masa lansia dari saat ini.

“Mengingat saat pensiun, kita tidak lagi memiliki penghasilan dan untuk mempersiapkan dana hari tua akan membutuhkan waktu panjang, yaitu sekitar 15-20 tahun sejak usia produktif awal, (saat mulai bekerja dan mendapatkan penghasilan tetap). Apabila lebih cepat dimulai tentunya akan lebih mudah dilakukan dan lebih besar dana yang bisa disisihkan sehingga hasilnya pun bisa lebih banyak. Belum lagi inflasi selalu naik setiap tahunnya sehingga perlu kedisiplinan untuk mengatur keuangan dan menyisihkan dana pensiun,” tandasnya.

Persiapkan Masa Pensiun Sejak Muda

Berapa dana yang harus disisihkan? Ini yang sering menjadi pertanyaan banyak orang. Ada baiknya Anda menyisihkan 5-20% dari penghasilan bersih bulanan setiap bulan untuk persiapan masa pensiun. Angka ini terutama bagi mereka yang berkarya sebagai entrepreneur, sedangkan bagi karyawan atau yang mendapatkan pendapatan tetap, angka ini bisa dikurangi karena ada kewajiban fasilitas program Jaminan Hari Tua (JHT) yang diberikan perusahaan.

Menurutnya, angka ini ideal karena jika yang disisihkan lebih kecil maka akan berdampak di usia tua. Dengan kata lain, masa mengumpulkan pendapatan atau masa bekerja menjadi lebih panjang dari seharusnya, padahal masa pensiun berada pada rentang 55-60 tahun.

“Masa bekerja yang lebih panjang bahkan setelah masa pensiun, belum tentu diimbangi dengan kemampuan kesehatan dan fisik. Pendapatan bukanlah 100% untuk dihabiskan saat ini tetapi hanya 80-90% saja, sisanya untuk keperluan masa mendatang. Sebaiknya tidak menunda menyisihkan dana pensiun demi menghindari kekurangan hingga kebangkrutan di masa tua,” ujarnya.

Persentase tersebut menurutnya dapat dipenuhi oleh mereka yang mendapatkan penghasilan di angka UMR atau di bawah UMR asalkan dibarengi dengan kesadaran pentingnya menyisihkan pendapatan demi mempersiapkan dana hari tua sejak dini.

Ia bahkan mendorong agar nilainya ditingkatkan seiring dengan naiknya pendapatan. Katanya, pendapatan biasanya naik setiap tahun tetapi bukan berarti meningkat pula keinginan konsumsi, justru jumlah simpanan hari tualah yang harus ditingkatkan. (red)

Komentar Anda

comments