Sensus PBB di Tangsel Dongkrak Pendapatan Asli Daerah

Palapanews.com- Program Sensus PBB P2 dan Pertanahan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diklaim mendongkrak pendapatan daerah. Pendapatan dampak sensus tersebut mencapai Rp8 miliar untuk PBB dan pertanahan.

Saat ini, sensus PBB P2 dan Pertanahan sudah dilakukan di empat kecamatan, yakni Serpong dengan 60,46 persen tersensus, Serpong Utara 65,13 persen, Pamulang 64 persen dan Pondok Aren mencapai 65 persen.

Untuk sensus di Kecamatan Setu dan Ciputat Timur (Ciptim) sudah berhasil mendata 92 persen bangunan dan tanah. Dari pendataan itu, terdapat penambahan luas bangunan sebanyak 800.000 meter persegi.

“Anggaran sensus 2017 Setu dan Ciptim Rp3,95 miliar. Tahun ini merupakan tahun ketiga, karena pada tahun sebelumnya yakni di 2016 dan 2017 telah dilaksanakan sensus PBB P2 dan pertanahan di wilayah administratif Kecamatan Ciputat, Ciputat Timur dan Setu,” ungkap Airin dalam rapat evaluasi sensus PBB-P2 dan Pertanahan 2018 di Puspiptek, Setu, Selasa (18/12/2018).

Sensus PBB dan pertanahan yang bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tangsel ini dinilainya efektif. Selain tujuannya memperbaiki data PBB P2, membuat pemetaan bidang objek pajak PBB P2 dan mendata semua bidang tanah, potensi pendapatan daerah juga turut terdongkrak dari sensus yang dilakukan.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi Infrastruktur Pertanahan BPN Tangsel Bambang Sumiarsa mengatakan sensus PBB sebagai pendataan wajib pajak untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Sedangkan dengan adanya sensus PBB, bidang tanah yang belum terdaftar dapat teridentifikasi dan disinergikan dengan program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL).

“Target-target yang dicanangkan pemda tentunya harus mencapai target minimal 80 persen, karena banyak data yang belum dilaporkan ke Bapenda. Diketahui, program PTSL 2018 bisa terselesaikan 60.332.004 bidang dari target 70.300.000 atau sekitar 90.04 persen dengan dukungan para stakeholder,” jelasnya.

Sebagai program Nawacita, sebanyak 20.000 bidang terpetakan dengan sertifikat 7.000 bidang dari APBN. Untuk membantu masyarakat, rencananya sebanyak 30.000 bidang akan tersertifikasi pada tahun 2019.

Sementara Kepala Bapenda Kota Tangsel, Dadang Sofyan menjelaskan sensus PBB dan pertanahan ini dilakukan untuk meminimalisir sengketa, konflik perkara di bidang pertanahan.

Baca Juga: Begini Kronologis Tewasnya Remaja Usai Nonton Konser di Serpong

Dari kegiatan ini target di 4 Kecamatan sebanyak 290.959 bidang tanah, yang sudah dilakukan sensus sebanyak 182.376 bidang tanah atau sudah mencapai 62 persen dari target rincian objeknya mutasi habis 601 objek, pejak baru, pembatalan, dan penambahan ruas bangunan, objek tetap serta mutasi sebagian. (nad)

Komentar Anda

comments