TP4D Awasi 3 Titik Proyek Pedestrian di Tangsel

oleh -
Salah satu proyek pedestrian yang mendapat pengawasan TP4D. Foto: Nad

Palapanews.com- Pengerjaan tiga titik pedestrian dengan guiding block, atau jalur pemandu berwarna kuning bagi penyandang disabilitas di Tangerang Selatan (Tangsel) diawasi Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri Tangsel.

“Titik-titik tersebut yakni, Jalan Kertamukti dekat UIN sepanjang 690 meter dengan nilai kontrak Rp3,3 Miliar lebih. Lalu Jalan Cabe, Pondok Cabe sepanjang 850 meter dengan nilai kontrak Rp2,8 Miliar lebih,” ujar Ketua TP4D Kejari Tangsel, Setyo Adhi Wicaksono kepada Palapanews.

Selain dua titik tersebut, masih ada satu paket pengerjaan dengan lokasi terpisah. Yaitu pedestrian yang berlokasi di sepanjang Jalan Widyakencana.

“Mulai dari perempatan Ora Et Labora BSD sampai Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tangsel. Kemudian sepanjang jalan Taman Tekno dengan total jarak 9 KM dan nilai kontrak sebesar Rp17,2 Miliar lebih,” jelasnya.

Tiga pedestrian dengan jalur disabilitas tidak multiyears ini, kata Adhi akan selesai pada akhir Desember 2018. Menurut pantauan, pengerjaan pedestrian-pedestrian yang diawasi TP4D ini jauh berbeda dengan yang tidak diawasi oleh tim dari Kejari Tangsel, seperti di sepanjang Jalan Ciater.

“Hingga saat ini pengerjaan hampir 70 persen. Target kami sebelum selesai kontrak sudah bisa dipakai. Tapi yang belum rapi terpasang akan segera dirapikan. Dan jika sudah selesai baru kami dilakukan penilaian,” beber pria yang juga menjabat sebagai Kasi Intelegen Kejari Tangsel ini.

Diketahui, pedestrian dengan jalur pemandu memiliki tekstur bergaris-garis dengan arti berjalan dan bulat-bulat dengan fungsi berhenti atau peringatan.

Jika diperhatikan, masih banyak guiding block di sepanjang pedestrian Jalan Ciater yang menabrak pohon dan tiang listrik. Bahkan, jalur bertekstur garis-garis itu tidak dibuat berbelok, tapi malah menabrak pohon dan tiang. (nad)

Komentar Anda

comments