Bisnis Ritel Saruga Kampanyekan Nol Sampah

oleh -
Founder Saruga mengamati produk yang dijualnya. Foto: Nad

Palapanews.com- Saruga Package Free Shopping Store, model bisnis ritel nol limbah yang menawarkan konsep baru sebagai wadah edukasi dan penerapan hasil kampanye bebas sampah, melakukan Soft Launching di Jalan Taman Bintaro, Sektor 1, Jakarta Selatan, Kamis (15/11/2018) siang.

Salah satu Founder Saruga, Adi Asmawan mengatakan akan melakukan kampanye kepada masyarakat luas agar masalah sampah dan gaya hidup minim sampah bisa terlaksana untuk menjaga ekosistem agar tetap terjaga dengan baik.

“Dengan asal bahasa Kalimantan, Saruga yang berarti Surga ini karena semua bahan makanan dari alam yang harus dijaga dan dikembalikan lagi ke alam dengan baik,” bebernya.

Apa yang dilakukan, menurutnya untuk menjawab tantangan dari para pelaku yang aware dengan lingkungan. Konsepnya, apa yang dijual semua tanpa menggunakan kemasan, bawa wadah sendiri, dijual curah dan beli sesuai kebutuhan.

Adanya Saruga, semoga bisa membantu menjawab keresahan makin sulitnya menanggulangi masalah sampah. Terutama plastik kemasan plastik dengan cara memotong mata rantai distribusinya dengan meniadakan packaging.

Sementara Founder Saruga lainnya, Ridha Zaki membeberkan konsep berbelanjanya konsumen membawa wadah sendiri. Hingga saat ini, pihaknya telah menyediakan 326 item bahan makanan mulai dari bumbu, healty care dengan bahan natural hingga sedotan ramah lingkungan.

“Ini sebagai campaign, siapa yang care, dia yang berbelanja. Bahkan, kedepan akan ada demo berbelanja tanpa kemasan, bagaimana menanggulangi sampah dirumah hingga konsep pengolahan sampah,” bebernya

Berbagai persoalan sampah diperkotaan yang tak kunjung selesai mengakibatkan makin menumpuknya timbunan sampah yang berdampak hingga ke ranah kesehatan, pencemaran lingkungan dan ancaman pada ekosistem yang sangat serius.

Data Dirjen Pengelolan Sampah, Limbah, dan B3 KLHK menyebut total jumlah sampah Indonesia di 2019 akan mencapai 68 juta ton, dan sampah plastik diperkirakan akan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah yang ada. Dari semua persoalan, maka diperlukan gerakan kesadaran semua pihak. Tidak hanya pemerintah atau pejabat terkait tapi semua lapisan masyarakat dari berbagai latar belakang ilmu atau Pendidikan. (nad)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.