Mendagri Sebut Ada 394 Ribu Ormas Terdaftar

oleh -
Mendagri Tjahjo Kumolo bersama sejumlah menteri menyampaikan paparan dalam Konferensi Pers 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, di aula Gedung III Kemensetneg. Foto: Humas

Palapanews.com- Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) merilis sedikitnya 394.250 organisasi masyarakat (ormas) berdiri di republik ini. Besarnya jumlah ormas di Indonesia seiring dengan adanya perlindungan undang-undang kepada masyarakat untuk berhimpun, berserikat.

“Per hari ini jumlah ormas kita 394.250 baik di tingkat pusat lewat Kemendagri, lewat Kementerian Hukum dan HAM, ada yang lewat Ibu Menlu. Ada yang ormasnya yang di tingkat provinsi, kabupaten/kota,” kata Mendagri Tjahjo Kumolo pada Konferensi Pers 4 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK, di aula Gedung III Kemensetneg, Jakarta, Kamis (25/10/2018) siang.

Menurut Mendagri, jumlah 394 ribu itu belum termasuk geng motor yang menurutnya itu juga ormas, demikian juga aliansi-aliansi yang lain.

Mengenai pembinaan terhadap ormas-ormas tersebut, Mendagri mengatakan, tugas Jaksa Agung mencermati kalau ada ormas yang melakukan aliran sesat, yang mayoritasnya adalah keagamaan.

“Mau programnya dakwah tiap RT (Rukun Tetangga), silakan. Tapi kalau dia Islam harus sesuai Alquran dan hadist syariatnya, kalau agama yang lain sesuai dengan ajaran-ajaran agama yang ada. Ini tugas Pak Jaksa Agung,” terang Mendagri.

Tugas Kepolisian, Satpol-PP dan Kesbangpol, lanjut Mendagri, adalah kalau ada ormas yang melanggar hukum, mengganggu ketertiban.

Adapun kalau ada ormas menyimpang dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, menurut Mendagri, itu harus diingaakan sampai ada yang terpaksa dibubarkan, karena punya agenda untuk merubah UUD, Pancasila, mengganggu NKRI dan juga ingin merubah kemajemukan bangsa.

“Jadi sikap siapa kawan siapa lawan terhadap perorangan, kelompok, golongan yang dia anti-Pancasila itu bukan tanggung jawabnya kepolisian tapi tanggung jawab kita semua,” tegas Mendagri. (hms/red)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.