Minim Anggaran, Panwaslu Kritisi Coklit

oleh -

 

Palapanews.com- Hasil pengawasan yang dilakukan oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang pada saat Petugas Pemutakiran Data Pemilih melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) secara serentak, Panwaslu menemukan ada beberapa titik Tempat Pemungutan Suara (TPS) tidak ada petugasnya, Senin, (22/01).

“Saat kami melakukan pengawasan Coklit secara serentak kami menemukan Petugas Pemutakiran Data Pemilih (PPDP) tidak ada ditempat,” ungkap Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tangerang, Agus Muslim.

Diutarakan Agus, pada saat Panwascam melakukan pengawasan Coklit secara serentak di kawasan Kecamatan Batu Ceper, dirinya menemukan tidak ada Petugas Pemutakhiran Data Pemilihnya.

“Kami sangat menyayangkan hal ini, apakah ketidakadaan mereka itu karena ada urusan tugas atau dalam rangka apa,” ujar Agus.

Selain itu, Agus juga menemukan di wilayah Kecamatan Ciledug, bahwa dirinya menemukan 1 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang suaranya berjumlah diatas 700 suara, sementara PPDP hanya 1 orang.

“Saya khawatir dengan PPDP yang hanya 1 orang menghambat kinerja dari petugas tersebut sehingga nanti tidak beres kerjanya dan terkesan asal-asalan. Seharusnya jikalau 1 TPS suaranya diatas 400 PPDPnya bisa dua orang demi meningkatkan efektifitas kinerja,” ucap Agus.

Dirinyapun bertanya, apakah persoalan tersebut dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang melakukan perencanaan anggaran yang disiapkan KPU Kota Tangerang hanya untuk 1 orang (PPDP) atau bisa saja menambah petugasnya.

“Jangan sampai menghambat kinerja PPDP karena alasan anggaran tidak ada, kalau soal anggaran kan bisa di review dan bisa dikatakan perencanaan KPU Kota Tangerang kurang rijit. Bisa dikatakan KPU Kota Tangerang melanggar amanat Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) no.2 tahun 2017,” tutupnya. (Gs)

Komentar Anda

comments