Pemkot Bogor Target Pendapatan Daerah 2018 Rp2,083 Triliun

oleh -
Walikota Bogor, Bima Arya.

Palapanews.com- Pemerintah Kota Bogor menargetkan pendapatan daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2018 mencapai Rp2,083 triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp2,4 miliar dari jumlah Pendapatan Daerah pada APBD 2017.

Pendapatan ini, diperhitungkan dapat diperoleh dari beberapa sumber. Pertama, Pendapatan Asli Daerah (PAD). Jumlah PAD pada RAPBD 2018 ditargetkan mencapai sekitar Rp848 miliar atau meningkat sekitar Rp119 miliar dari jumlah PAD di dalam APBD 2017. Peningkatan ini antara lain ditopang oleh kenaikan target pendapatan pajak daerah di RAPBD 2018 yang mencapai sekitar Rp59,6 miliar. Jumlah tersebut lebih besar dibanding pendapatan pajak daerah di APBD 2017 yang baru mencapai Rp487,7 miliar.

Langkah yang akan ditempuh untuk merealisasikan target pendapatan pajak daerah, antara lain dengan melakukan penyesuaian tarif pajak penerangan jalan dari semula 3% naik menjadi 5% berdasarkan Perda tentang Tarif Penerangan Jalan. Kedua, melaksanakan Penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) untuk mendekati nilai jual objek pajak dengan harga pasar. Ketiga, memantapkan Sistem Operasional Pemungutan Pendapatan Daerah

Walikota Bogor, Bima Arya menyebutkan kenaikan target PAD juga ditopang kenaikan lain-lain PAD yang dipisahkan. Target di RAPBD 2018 ditetapkan Rp241,3 miliar atau naik sekitar Rp75,5 miliar dari jumlah lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang dipisahkan di APBD 2017.

Sementara untuk jumlah Dana Perimbangan pada RAPBD 2018 ditargetkan mencapai Rp1,03 triliun. Jumlah ini terdiri atas Bagi Hasil Pajak/Bagi hasil Bukan Pajak sebesar Rp99,9 miliar, Dana Alokasi Umum (DAU) Rp791,9 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp139.3 miliar. Jumlah DAU Tahun 2018 sebesar Rp791,9 miliar lebih sedikit daripada jumlah yang diperoleh tahun 2017 yang mencapai Rp835 miliar. DAK non fisik tahun 2018 dialokasikan untuk pembiayaan pembayaran tunjangan guru yang sudah bersertifikat dan guru yang belum bersertifikat.

Bima mengatakan, berdasarkan informasi terakhir yang diterima dari pemerintah pusat, tahun 2018 Pemerintah Kota Bogor juga akan mendapatkan DAK fisik dan non fisik. Oleh karena informasi ini baru diperoleh, maka di dalam RAPBD ini jumlahnya belum bisa dicantumkan karena harus ditempuh terlebih dahulu proses verifikasi.

“Diharapkan proses tersebut akan bisa selesai pada saat proses pembahasan antara Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor, sehingga bisa ditetapkan di dalam APBD 2018,” kata Bima.

Untuk jumlah lain-lain Pendapatan Daerah yang sah ditargetkan dapat mencapai Rp204,230 miliar yang terdiri atas Pendapatan Hibah sebesar Rp3 miliar dan Dana bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya sebesar Rp201,2 miliar. Dalam pos pendapatan hibah termasuk akan dianggarkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan hal ini dubutuhkan untuk meningkatkan IPM pendidikan Kota Bogor.(red)

Komentar Anda

comments