2 Fraksi DPRD Tangsel Greget Soal Dana Hibah & Proyek Gedung

oleh -
banner 300250
Anggota DPRD Kota Tangsel, Rizki Jonis (kiri).

Palapanews.com- Fraksi PADI dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel)  ngebet segera dilakukan evaluasi terkait penggunaan anggaran oleh pemerintah daerah setempat. Wacana Rapat Dengar Pendapat (RDP) pun kembali digulirkan.

Persoalan yang paling disoroti, yakni penggunaan dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta senilai Rp73 miliar pada 2015 silam. Diketahui, dana hibah itu dialokasikan bagi pembangunan Terminal Pondok Cabe sebesar Rp63 miliar. Namun yang terpakai Rp30 miliar. Sehingga tersisa Rp33 miliar

“Sudah kami usulkan kembali agar RDP bisa cepat dilakukan, karena ada beberapa hal yang menurut kami harus dipertanyakan dalam dengar pendapat nanti. Seperti penggunaan dana hiba DKI Jakarta, kenapa masih tersisa anggarannya, dan hal lainnya,” ujar Sekretaris Fraksi PADI, Rizky Jonis.

Undang Kasi Ujar, dari Fraksi PDIP menambahkan bahwa selain soal dana hibah dari DKI Jakarta, DPRD juga greget soal lambatnya proses pembangunan gedung DPRD Kota Tangsel di Setu. Bahkan ia menilai, progress pembangunan melenceng dari site plan awal.

“Kami ingin pertanyakan ini semuanya, untuk gedung DPRD saja kita ketahui sudah sejak lama dibangun tapi hingga saat ini masih saja mangkrak. Padahal penganggarannya sudah sering. Artinya uang kita itu ada tapi kenapa banguannya mangkrak,” tanya Undang. (jok)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.