Bea Cukai Banten Gilas 17 Ribu Botol Miras Ilegal

Miras, rokok dan barang ilegal lainnya dimusnahkan di Serpong Utara.

Palapanews.com- Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banten, musnahkan 17.388 botol miras impor dan lokal yang termasuk Barang Kena Cukai (BKC) di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Tangerang di Jalan Jalur Sutera, Pakualam, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (24/5/2017).

Kepala Kantor Bea dan Cukai Wilayah Banten, Harry Budi Wicaksono mengatakan belasan ribu miras yang dimusnahkan ini merupakan hasil dari 23 kali penindakan oleh kantor pengawasan se-Banten dari tahun 2015 hingga 2017 dengan alasan miras tersebut tanpa izin NPPBKC.

“Penindakan barang oleh Kanwil DJBC Banten, Tipe Madya Pabean Merak dan Tipe Madya Pabean A Tangerang ini senilai Rp1,38 miliar dan mengalami kerugian negara sebesar Rp543 Juta,” ujarnya

Lebih dari itu, selain miras ada juga 312.320 batang rokok, 23.605,6 gram tembakau iris, 154 batang cerutu, 6 drum MMEA, 2 drum etil alkohol dan 18.424 keping pita cukai palsu yang mengakibatkan kerugian immaterial berupa dampak gangguan kesehatan, ketertiban dan keamanan masyarakat.

“Kami amankan minuman dan rokok ilegal dan oplosan melalui jalur darat yang distribusinya tidak mendapat atau melanggar pita cukai,” imbuhnya.

Sementara itu, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan dengan adanya pemusnahan ini diharapkan dapat memberi perlindungan bagi warga Tangsel dan Banten pada umumnya terhadap bahaya miras.

Dirinya juga mengatakan, sesuai dengan perda Tangsel, bahwa minuman keras dilarang berada di wilayah Tangsel yang bermotto Cerdas Modern dan Religius. Meski aturan melalui Peraturan Daerah dan razia miras secara rutin dilakukan, peredaran minuman mengandung etil alkohol di Kota Tangsel justru semakin marak.

“Pada intinya bagaimana kita tidak boleh berhenti, tidak boleh menyerah untuk terus melakukan penindakan hukum atas perda yang ada,” lanjutnya.

Dijelaskannya, Pemerintah Kota Tangsel melalui Perda No.4 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran usaha perindustrian dan perdagangan khususnya pasal 122 menegaskan, bahwa Pemkot Tangsel tidak menerbitkan izin usaha Industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha minuman beralkohol serta melarang setiap orang atau badan memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol. (nad)

Komentar Anda

comments