Soal Teror, Semua Pendatang di Tangsel Harus Terdata

oleh -
Walikota Tangsel meninjau lokasi penggerebekan teroris di Setu. (nad)
Walikota Tangsel meninjau lokasi penggerebekan teroris di Setu. (nad)

Palapanews.com- Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mengaku sudah melakukan prosedur pendataan bagi warga yang baru datang ke wilayahnya. Hanya saja dari empat terduga teroris hanya dua orang saja yang menyerahkan identitas diri kepada ketua RT.

Hal tersebut dikatakan Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie saat meninjau lokasi RT 02/01 Kampung Curug, Kelurahan Babakan Kecamatan Setu Kota Tangsel, Rabu (21/2/2016). Menurutnya, saat didatangi ketua RT untuk diminta segera melapor, hanya dua orang saja yang menyerahkan identitas diri.

“Lalu, saat akan membayar uang kontrakan sebesar Rp 700 ribu untuk sewa satu bulan, pemilik kontrakan tak lantas langsung menerima uang tersebut. Pemilik kotrakan Agus, sempat juga meminta identitas diri,” ujarnya.

Untuk menghindari kejadian seperti ini terulang kembali, Benyamin meminta kepada masing-masing ketua RT dan RW untuk mengecek langsung rumah kontrakan yang baru dihuni. Terutama bagi mereka yang bukan memiliki KTP atau identitas diri sebagai warga Tangsel.

“Semua pendatang harus terdata. Saya perintahkan ketua RT/RW untuk menyediakan buku tamu bagi mereka yang ngakunya sekedar nginep. Pokoknya semua warga terutama pendatang, harus terdata dan terpantau,” imbuh Ben. (nad)

Komentar Anda

comments