Hunian Berimbang Solusi Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

oleh -
Kepala DTKBP Tangsel Dendi Priyandana menjelaskan soal Hunian Berimbang pada Seminar Perumahan. (one)
Kepala DTKBP Tangsel Dendi Priyandana menjelaskan soal Hunian Berimbang pada Seminar Perumahan. (one)

Palapanews.com- Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan konsep hunian berimbang merupakan salah satu solusi untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan rumah terjangkau layak huni dengan tidak mengubah domisili dan menjauh dari tempat aktivitasnya.

“Tangsel akan menerapkan konsep hunian berimbang dengan berusaha tetap menjaga iklim investasi. Kami berharap bahwa penentuan harga jual rumah sederhana maupun rumah susun umum diberikan kepada daerah mempertimbangkan lokasi, harga tanah, ketersediaan tanah,” kata Airin.

Hunian berimbang ini untuk menyiasati tingginya harga tanah di kota dengan tujuh kecamatan tersebut. Nantinya, pemerintah bakal membuat regulasi agar para pengembang properti di Tangsel membentuk konsorsium untuk membangun rumah susun murah.

“Regulasi itu nantinya berbentuk Peraturan Walikota (Perwal),” kata Kepala Dinas Tata Kota Bangunan dan Permukiman (DTKBP) Kota Tangsel, Dendi Priyandana.

Ada 20 pengembang rumah susun 20 pengembang rumah tapak. Mereka ini wajib membangun rumah susun umum sebanyak 20 persen dari total luas lantai hunian rumah susun komersil yang dibuat.

40 pengembang properti ini, menurutnya diarahkan membentuk satu konsorsium yang nantinya akan membangun rumah susun murah. Anggarannya, yakni dari 20 persen kewajiban pengembang yang memang harus dikeluarkan. (one)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.