Festival Adat Jawa Meriahkan Rangkaian HUT Tangsel ke-8

oleh -
Penari meramaikan Festival Adat Jawa yang digelar Kantor Budpar Tangsel. (nad)
Penari meramaikan Festival Adat Jawa yang digelar Kantor Budpar Tangsel. (nad)
Penari meramaikan Festival Adat Jawa yang digelar Kantor Budpar Tangsel. (nad)

Palapanews.com- Semakin majunya teknologi, secara langsung mengubah kebiasaan manusia yang perlahan meninggalkan budaya tradisional warisan dari para leluhur terdahulu. Oleh karenanya, Kantor Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangsel menggelar Festival Adat Jawa yang berlokasi di Lapangan Bola Kelurahan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangsel, Jumat (18/11/2016) kemarin.

Kepala Kantor Budpar, Yanuar memaparkan budaya jawa memiliki keanekaragaman mulai dari wayang sampai makanan khas yang tidak dimiliki budaya lain. Sehingga pihaknya memilih Budaya Jawa sebagai salah satu rangkaian Festival Budaya dalam menyambut HUT Tangsel ke-8 yang puncaknya akan dimeriahkan dalam beberapa hari lagi.

“Makanya kita harus bisa membuat budaya tradisional berjalan seimbang dengan teknologi yang ada saat ini. Agar anak cucu kita masih bisa menikmati budaya dari warisan para leluhur,” katanya.

Selain itu, berlangsungnya acara ini bertujuan agar budaya Jawa menjadi bagian dari budaya tradisional lokal Kota Tangsel, menjaga wayang agar menjadi cagar budaya Kota Tangsel dan agar budaya Jawa tetap dilestarikan sebagai salah satu asset yang ada di Kota Tangsel.

“Saya juga berharap ini sebagai ajang silahturahmi dan uji prestasi bagi masyarakat Kota Tangsel, melestarikan dan mengembangkan potensi eko wisata adat jawa dan memeriahkan rangkaian HUT Tangsel ke-8,” ujar Awang.

Festival Adat Jawa yang dibuka oleh Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany ini juga dimeriahkan dengan penampilan Karawitan, Penyerahan Tokoh Wayang, Peragaan Busana, Panem Gromo Ibi PKK, Cucuk Lampah, Pager Ayu dan Parade Pengantin Wanita.

Sementara dalam sambutannya, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany menyapa masyarakat dengan menggunakan bahasa Jawa. “Sugeng ndalu, pripun kabare?,” sapa Airin yang berarti selamat malam.

Menurutnya, dengan diselenggarakannya Festival Adat Jawa tersebut diharapkan dapat mengobati kerinduan masyarakat akan budaya Jawa. Terlebih dalam acara ini, masyarakat dapat menikmati hiburan wayang kulit yang merupakan salah satu kesenian tradisional.

Usai menyampaikan sambutannya, Airin memberikan wayang kulit bergambar Semar kepada sang dalang Ki Sugiran Purnomo Hadi asal Gunung Kidul. Penyerahan wayang kulit itu, sekaligus menjadi tanda dibukanya Festival Seni dan Budaya Adat Jawa 2016. (nad)

Komentar Anda

comments