2016 Pasangan Suami Istri Bakal Upacara Bendera di Tangsel

oleh -
Panitia menyiapkan lapangan untuk upacara bendera di Pondok Aren. (hen)
Panitia menyiapkan lapangan untuk upacara bendera di Pondok Aren. (hen)
Panitia menyiapkan lapangan untuk upacara bendera di Pondok Aren. (hen)

Tangsel, PalapaNews.com – Peringatan HUT RI ke-71 kini tinggal menunggu hitungan hari saja. Masyarakat, sejak jauh-jauh hari sudah menyiapkan segala sesuatunya demi menyambut hari yang dianggap paling bersejarah tersebut.

Ada yang berbeda pada peringatan HUT RI kali ini, khususnya di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). KOMPAK, Komunitas Pembela Bangsa ini, menggelar pengibaran bendera merah putih oleh pasangan suami istri (Pasutri).

Lapangan olahraga Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menjadi tempat berlangsungnya pemecahan rekor pengibaran bendera merah putih tersebut, Minggu Besok (14/8/2016).

Ketua KOMPAK Kori Priadi mengungkapkan, pengibar bendera merah putih ini, terdiri dari 1008 pasang suami istri. Itu artinya, akan ada 2016 orang pasangan suami istri terlibat di dalamnya.

“Jumlahnya ada 1008 bendera merah putih yang di kibarkan pasangan suami istri ini. Kenapa 1008 pasangan suami istri? Sebab jumlah tersebut jika di kali dua jumlahnya 2016. Dan itu sesuai tahunnya yakni tahun 2016,” kata Kori di Pondok Aren, Sabtu (13/8/2016).

Pria yang kini menjabat sebagai Anggota Komisi II Bidang Ekonomi pada DPRD Provinsi Banten periode 2014-2019 itu menjelaskan, dari jumlah 1008 Pasutri tersebut berasal dari beberapa kota dan kabupaten yang ada di Banten. Seperti Serang, Lebak, Cilegon, Pandeglang, Tangerang Kota, Tangsel dan Tangerang Kabupaten.

“Nama-nama mereka juga sudah dicatat di museum MURI. Tinggal mengikuti pelaksanaannya aja, Insya Allah hari Minggu besok,” ucap Politisi asal Partai Golkar tersebut.

Sementara saat ditanya tujuan diadakannya pengibaran bendera merah putih yang dilakukan oleh Pasutri itu, supaya jiwa kebangsaan yang ada pada masyarakat Indonesia khususnya Banten selalu tetap terjaga. Karena hal itu, lanjut Kori, merupakan bagian dari revolusi mental yang didengung-dengungkan presiden RI, Joko Widodo.

“Kita ingin membangun bangsa dan negara berawal dari keluarga, ini harus di teruskan dan di tanamkan di dalam keluarga agar Indonesia kembali bangkit,” tandasnya. (hen)

Komentar Anda

comments