Tokoh Lintas Agama: Negatif, Batasi Penggunaan Gadget

oleh -
Diskusi publik tokoh lintas agama di Kota Tangsel. (she)
Diskusi publik tokoh lintas agama di Kota Tangsel. (she)
Diskusi publik tokoh lintas agama di Kota Tangsel. (she)

Tangsel, PalapaNews.com – Bermain gadget merupakan suatu kebiasaan bagi semua kalangan yang telah menjadi kebudayaan di era modern ini. Namun, kebudayaan demikian tidak dapat dikatakan sebagai suatu budaya yang dapat memperkaya agama, sehingga harus dibatasi.

Hal tersebut dikemukakan dalam kegiatan Halal Bil Halal Tokoh Lintas Agama Tangsel dan Diskusi Publik yang bertema Budaya Memperkaya Agama dan Agama Memperindah Budaya yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tangsel dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), di Aula Kemenag, Selasa (19/7).

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie menyambut positif dengan adanya kegiatan yang bertujuan untuk mendiskusikan aspek-aspek yang ada di lintas agama. Oleh sebab itu, pihaknya tidak ingin adanya kebudayaan yang menimbulkan dampak negatif.

“Seperti contoh, penggunaan alat komunikasi yang berlebihan sehingga menimbulkan budaya negatif bagi semua kalangan,” ujar Benyamin.

Jika bisa dibatasi, tambahnya, maka tidak akan menimbulkan dampak negatif dan akan menjadi Budaya yang Memperkaya Agama dan Agama Memperindah Budaya bagi setiap orang, dan mempererat harmonisasi antar umat beragama.

“Selanjutnya, jangan mempertajam perbedaan antar umat beragama. Karena salah satu tujuan halal bihalal ini adalah untuk memperlihatkan salah satu kebudayaan islam setelah melaksanakan hari raya Idul Fitri kepada pemuka agama,” imbuhnya.

Sementara Ketua FKUB Tangsel, Abdul Rozak mengatakan kehidupan tidak bisa terlepas dari budaya yang mengiringi kehidupan beragama. Seperti perbedaan pada ritual dan mengemas kebudayaan antar agama.

“Jika antar umat beragama bisa membentengi budaya dengan hal yang negatif dan semua kebudayaan baik lahir dari kesadaran tiap individu bisa dilakukan, maka tangsel akan menjadi suatu percontohan. Seperti membiasakan untuk membatasi penggunaan gadget tadi,” pungkasnya. (she)

Komentar Anda

comments