Tips Puasa Bagi Penderita Diabetes & Maag dari RSU Tangsel

oleh -
Pelayanan di apotek RSU Kota Tangsel. (one)
Pelayanan di apotek RSU Kota Tangsel. (one)
Pelayanan di apotek RSU Kota Tangsel. (one)

Tangsel, PalapaNews.com – Anda penderita penyakit diabetes atau maag? Jangan takut atau ragu untuk menjalankan kewajiban Anda puasa Ramadan. Karena meski menderita penyakit tersebut, Anda bisa dengan aman dan tenang menjalankan puasa Ramadan seharian penuh.

Diutarakan petugas Apotek Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Nurhaida Manurung, penderita penyakit maag maupun diabetes tetap bisa menjalankan puasa. Meskipun si pasien masih harus rutin meminum obatnya.

“Tetap bisa kok, penggunaan obat selama bulan puasa. Hanya saja, jam minum obatnya diubah. Dari yang sebelumnya minum obat tiga kali sehari, diubah atas saran dokter menjadi dua kali sehari, yakni saat sahur dan berbuka,” katanya menjelaskan.

Misalkan seperti obat diabetes yang wajib diminum sekali dalam satu hari. Dokter biasanya menyarankan pasien untuk meminum obat saat berbuka, bukan saat sahur. Karena kalau diminum saat sahur, ditakutkan pasien itu akan drop.

“Dokter maupun apoteker akan berusaha memberikan aturan yang paling aman kepada pasien. Intinya, untuk penggunaan obat selama puasa diatur sedemikian rupa, agar si pasein bisa puasa aman dan tidak mengganggu kondisi pasien tersebut yang menderita penyakit tertentu,” kata Nurhaida menambahkan.

Bagi penderita diabetes yang menjalankan puasa, Nurhaida juga menyarankan agar lebih rutin mengecek kadar gulanya. Dari yang sebelumnya hanya satu kali sehari, saat puasa diubah menjadi lebih rutin, sebanyak tiga kali sehari.

“Harus rutin dicek, jangan sampai ngedrop. Petugas kesehatan pun biasanya akan memberi tahu tanda-tanda kalau pasien drop itu seperti apa,” jelasnya.

Sedangkan puasa bagi penderita penyakit maag, Nurhaida mengaku harus dilihat tingkat keparahan si pasien penyakit maag. Kalau terlalu parah dan kronis, dokter diakuinya akan menyarankan si pasien untuk tidak menjalankan puasa.

“Kalau penyakitnya tidak terlalu parah, tetap bisa menjalankan puasa. Hanya saja, pasien tetap harus minum obat maagnya saat sahur dan saat berbuka,” tandasnya. (adv)

Komentar Anda

comments