Polres Tangsel Tangkap Bandar Narkoba Jaringan Lapas

oleh -
Wakapolres Tangsel, Komisaris Bachtiar Alponso (tengah) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tersangka. (man)
Wakapolres Tangsel, Komisaris Bachtiar Alponso (tengah) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tersangka. (man)
Wakapolres Tangsel, Komisaris Bachtiar Alponso (tengah) menunjukkan barang bukti yang diamankan dari tersangka. (man)

Bintaro, PalapaNews.com – Jajaran Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel) sukses membongkar jaringan pengedar narkotika dari lembaga pemasyarakatan (lapas). Ini setelah kepolisian menangkap empat pengedar narkotika jenis sabu.

“Penangkapan ini berawal karena adanya informasi dari masyarakat bahwa ada yang berjualan baju dengan size S,M,L dan XL,” kata Wakapolres Tangsel, Komisaris Bachtiar Alponso di Mapolres Tangsel, Senin (9/5/2016).

Setelah pihaknya melakukan penelusuran, kata dia, baju yang dijual dengan berbagai macam ukuran ternyata adalah ukuran paket sabu. Kemudian dilakukan pendalaman kembali, kedapatan tersangka berinisial TP (27) yang berstatus mahasiswa yang ditangkap di rumahnya di Pondok Aren, dengan barang bukti sabu seberat 11,93 gram sabu.

“Menurut pengakuan TP, barang haram tersebut di dapatkan dari seseorang yang bernama ES. Kemudian dikembangkan lagi dan ES (33) mengaku mendapat sabu dari DFA (39),” ujar Alponso menambahkan.

Petugas kepolisian kemudian melakukan penggledahan kontrakan milik DFA. Lalu di dapati DFA sedang bersama pacarnya, serta ditemukan barang bukti sabu dan ganja.

“Jadi jumlah total barang bukti yang didapati adalah sabu seberat 79 gram dan ganja kering 8,84 gram dengan modus operandi penjualan dengan cara ukuran baju,” jelasnya.

Sementara Kepala Satres Narkoba, AKP Agung Nugroho mengungkapkan, mereka jual sabunya seperti jual pakaian, seolah-olah pembeli beli pakaian lalu harganya disesuaikan dengan ukuran yang dijualnya.

“Mereka merupakan satu jaringan pengedar yang sudah tiga bulan melakukan aksinya di wilayah Pondok Aren, Pamulang dan Ciputat. Mereka ngakunya mendapat narkoba dari lapas Tangerang,” pungkasnya.

Tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2006 dengan ancaman pidana seumur hidup atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun. (man)

Komentar Anda

comments