Pengadaan Buku Bacaan di Lebak Masih Minim

oleh -
Rifki-Rosyad-Koordinator-Provinsi-Banten-USAID-PRIORITAS-menyerahkan-secara-simbolis-hibah-buku-bacaan-berjenjang-kepada-Bupati-Lebak-Iti-Oktavia. (ist)
Rifki-Rosyad-Koordinator-Provinsi-Banten-USAID-PRIORITAS-menyerahkan-secara-simbolis-hibah-buku-bacaan-berjenjang-kepada-Bupati-Lebak-Iti-Oktavia. (ist)
Rifki-Rosyad-Koordinator-Provinsi-Banten-USAID-PRIORITAS-menyerahkan-secara-simbolis-hibah-buku-bacaan-berjenjang-kepada-Bupati-Lebak-Iti-Oktavia. (ist)

Lebak, PalapaNews — Pembangunan perpusatakaan di Kabupaten Lebak, Banten, terus mengalami peningkatan. Kondisi ini tak berbanding lurus dengan pengadaan buku bacaan yang masih minim.

Demikian disampaikan Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya dalam peluncuran Gerakan Indonesia Membaca di Kampus La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Kamis (31/3/2016). Kegiatan itu dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

“Pesatnya sarana membaca seperti perpustakaan, taman bacaan dan kegiatan kemasyarakatan turut andil dalam meningkatkan tingkat literasi masyarakat Lebak,” tandasnya.

Sementara Mendikbud mengatakan membaca perlu ditumbuhkan di lingkungan sekolah sebagai perwujudan dari Permendikbud nomor 21 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti.

“Semua sekolah bisa memulai lima belas menit sebelum pembelajaran dengan membaca. Kita ingin membaca menjadi pembiasaan, sehingga ini yang disebut budaya baca,” katanya.

Kata dia, peluncuran gerakan ini menjadi tidak bermakna jika tidak ada proses pembiasaan membaca. “Mari kita tingkatkan minat baca dan daya baca!”

Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Lebak mendapat hibah dari berbagai lembaga, salah satunya USAID PRIORITAS.

Koordinator Provinsi Banten USAID PRORITAS, Rifki Rosyad menyerahkan secara simbolis paket buku bacaan berjenjang kepada Bupati Lebak.

Di Kabupaten Lebak, sedikitnya ada 125 sekolah yang akan menerima hibah buku bacaan berjenjang dengan total 76.500 buku. (one/rls)

Komentar Anda

comments