Ini Sosok Super Hero Kebersihan di Tangsel

oleh -
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany dan ikon DKPP Kota Tangsel. (dok)
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengenalkan Pelitas, maskot kebersihan milik DKPP Kota Tangsel. (ymw)
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany mengenalkan Pelitas, maskot kebersihan milik DKPP Kota Tangsel. (ymw)

Tangsel, PalapaNews — Menjaga lingkungan, termasuk membuang sampah pada tempatnya lebih baik diajarkan sejak dini. Maka itu, Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) punya trik mengajarkan anak hidup bersih melalui sosok Pelitas.

Diketahui, Pelitas ini merupakan maskot kebersihan milik Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel. Digambarkan seperti sosok super hero, agar sosialisasi kebersihan yang dilakukan terhadap anak-anak lebih mudah dan mengena.

“Masyarakat kan masih banyak yang membuang sampah sembarangan. Dengan adanya sosok Pelitas, kami berharap pola hidup masyarakat bakal berubah ke arah lebih baik. Sehingga Kota Tangsel menjadi lebih bersih,” kata kata Kepala DKPP Kota Tangsel, Taher Rahmadi.

Menurutnya, Pelitas diluncurkan untuk membudayakan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. Sasarannya, yakni sosialisasi terhadap anak-anak. Pelitas digambarkan sebagai seorang Super Hero.

Topeng ala Super Hero pun tentunya menjadi pelengkap agar anak-anak menjadi lebih tertarik. Tugas Pelitas, yakni mengajak anak untuk tidak membuang sampah sembarangan.

“Super Hero ini akan berkeliling melakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat. Tugasnya akan banyak dan panjang,” kata dia.

Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan Pelitas sudah diluncurkan beberapa waktu lalu. Alasan dipilih sosok Super Hero sebagai maskot DKPP, menurutnya sosok tersebut paling pas mengajak anak-anak untuk hidup lebih tertib.

“Anak-anak kan suka dengan Super Hero. Nah, kita hadirkan Pelitas agar sosialisasi yang diberikan lebih mengena,” kata dia.

Airin mengatakan bahwa penerapan pola hidup yang baik, seperti membuang sampah pada tempatnya lebih mudah diterapkan kepada anak-anak. Mereka, sejak dini diajarkan untuk hidup tertib.

“Kalau seperti kita-kita kan sudah sulit untuk mengajaknya. Nah, melalui Pelitas, kita mulai bagaimana mengedukasi anak-anak untuk tertib dan mengajak orangtuanya membuang sampah pada tempatnya. Kalau anaknya sudah tertib, toh orang tuanya juga akan malu, dan ikut serta,” tandasnya. (fit)

Komentar Anda

comments