KMU Jakarta Sesalkan FPI Bubarkan Diskusi di Goethe Haus

oleh -
Pulau Buru Tanah Air Beta. (ist)

Jakarta, PalapaNews — Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta menyesalkan sikap arogan Front Pembela Islam (FPI) yang membubarkan acara diskusi dan bedah film ‘Pulau Buru Tanah Air Beta’ di Goethe Haus, Jakarta, Rabu (16/3/2016).

Film yang disutradarai Rahung Nasution ini awalnya ingin dibedah di Goethe Haus, Jakarta. Namun, FPI membubarkan acara bedah film tersebut.

Ketua Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) Jakarta, Deni Iskandar menyesalkan sikap Front Pembela Islam (FPI) yang terlalu arogan dan represif.

“Seharusnya FPI tidak bertindak seperti itu, bagaimana pun kebebasan berpendapat merupakan prasyarat dari negara demokrasi” kata Ketua Koalisi Mahasiswa UIN (KMU) Jakarta, Deni Iskandar, Kamis (17/3/2016).

Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini juga menuturkan, dalam negara demokrasi kebebasan berpendapat, kebebasan berbicara itu dilindungi oleh Undang-undang.

“Acara bedah film sekaligus diskusi ini justru kegiatan yang positif, dan mendidik sekali, terutama untuk kalangan kaum terpelajar di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya pimpinan produksi film, Whisnu Yonar menjelaskan pihak Goethe Haus diancam jika tetap memberikan tempat untuk menayangkan film ‘Pulau Buru Tanah Air Beta’, maka FPI akan berdemo.

Diketahui, film ‘Pulau Buru Tanah Air Beta’ adalah film dokumenter yang mengangkat tragedi kemanusiaan 1965. Film ini banyak mengangkat korban tragedi kejahatan kemanusiaan 1965 atau setelahnya di Indonesia. (one)

Komentar Anda

comments