Diluncurkan, Buku Perempuan Nocturnal Bercerita Soal Wanita Malam

oleh -
Wakil Walikota Tangerang (kiri) dan cerpenis Widi Hatmoko saat peluncuran buku Perempuan Nocturnal. (ist)
Wakil Walikota Tangerang (kiri) dan cerpenis Widi Hatmoko saat peluncuran buku Perempuan Nocturnal. (ist)
Wakil Walikota Tangerang (kiri) dan cerpenis Widi Hatmoko saat peluncuran buku Perempuan Nocturnal. (ist)

Tangerang, PalapaNews — Cerpenis yang juga jurnalis, Widi Hatmoko meluncurkan buku karya tunggalnya dengan judul ‘Perempuan Nocturnal’ di Lantai 2 Food and Found Mal Tangerang City, Cikokol, Kota Tangerang, Minggu (7/3/2016).

Buku yang diterbitkan Pandusiwi Publishing ini menyoroti kehidupan personal perempuan malam ini diluncurkan oleh Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin. Dalam kesempatan itu, Sachrudin juga sempat membacakan puis karya guru-guru di Kota Tangerang.

“Kami (Pemkot Tangerang) memang sedang gencar-gencarnya menggalakkan minat baca. Dengan terbitnya buku ini, saya berharap bisa memberikan inspirasi kepada para pembaca,” kata Sachrudin dalam sambutannya.

Aris Kurniawan, selaku narasumber dalam bedah buku ‘Perempuan Nocturnal’ ini juga mengatakan, karya-karya yang tertuang dalam buku kumpulan cerita ini merupakan ungkapan kegelisahan penulis (Widi Hatmoko), dalam melihat apa yang ada di sekitarnya.

“Saya mengenal Widi ini sejak 2004. Saya melihat, karya-karya yang ia tulis merupakan kegelisahannya dalam merasakan, dan melihat apa yang ada di sekelilingnya. Dan karya Perempuan Nocturnal ini buka sekadar menjadi sebuah hiburan bacaan, namun ada pesan moral dan kritik yang disampaikan,” paparnya.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Tangerang, Nurul Huda menjelaskan, karya bertema tentang pelacuran karya Widi Hatmoko ini tidak perlu dibenturkan dengan tema Kota Tangerang sebagai Kota Akhlaqul Qharimah, yang mempunyai Perda 7 dan 8 yang melarang minuman keras dan pelacuran. Karena, menurut Nurul, karya sastra adalah karya imajiner, yang tidak sekadar menjadi sebuah bacaan dan hiburan, namun ada nilai-nilai moral yang disampaikan.

“Jangan dibenturkan antara karya sastra dengan Perda 7 dan 8. Penulis boleh bebas mengekspresikan karyanya. Karena, karya cerpen itu tidak sekadar hiburan, tapi ada nilai-nilai moral yang disampaikan,” tandasnya.

Ketua Komite Seni Sastra Dewan Kesenian Kota Tangerang (DKT), Meddy Kesesi menambahkan, dalam kegiatan ini ada dua buku yang diluncurkan, yaitu buku kumpulan cerpen “Perempuan Nocturnal” karya Widi Hatmoko, dan kumpulan puisi para guru Kota Tangerang.

“Dalam kumpulan puisi para guru ini, sudah melalui proses seleksi yang cukup ketat,” tandasnya. (one)

Komentar Anda

comments