Ekonomi Jakarta Cuma Dinikmati Kaum Elit

oleh -
Kajian Dialogis mengkritisi pembangunan Jakarta yang digelar DPW BM PAN DKI Jakarta. (ist)

Jakarta, PalapaNews — Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Muda Penegak Amanah Nasional (BM-PAN) DKI Jakarta, menggelar Kajian dialogis yang diselenggarakan dalam rangka menyongsong Pilkada DKI 2017 mendatang.

Dikutip dari keterangan pers yang dikirim ke PalapaNews.com, Kajian Dialogis digelar di Warung Komando, Jalan Dr Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2016) itu mengangkat tema ‘Mengkritisi Pembangunan Jakart’ Tinjauan Kritis Sisi Kebudayaan & Humanisme.

Selain dihadiri oleh ratusan Pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan Acara Kajian Dialogis ini dihadiri juga oleh tokoh-tokoh nasional, dari kalangan Politisi, Budayawan, Tokoh Masyarakat serta Tokoh Muda Jakarta.

Acara Kajian Dialogis itu Juga turut diramaikan oleh pembicara seperti Eko H Purnomo (Anggota DPR RI), JJ. Rizal (Sejarawan/Budayawan), Dr. Bambang Kusumanto (Anggota DPRD DKI), dan Muhamad Idrus (Tokoh Muda Jakarta) dengan dimoderatori oleh Fadli Arsil.

Tokoh Muda Jakarta yang juga bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Muhammad Idrus hadir sebagai pembicara. Dalam acara Kajian Dialogis tersebut, Idrus menuturkan Jakarta Harus ada perubahan.

Tidak hanya itu Pria Kelahiran Jakarta 28 Maret 1978 yang saat ini sebagai pengusaha muda dengan lantang menyuarakan Perubahan Untuk DKI Jakarta, dalam bidang SDM, Infrastruktur dan Lingkungan.

Dalam pemaparannya Muhamad Idrus menekankan bahwa Ekonomi hanya dinikmati oleh kalangan menengah atas, sedangkan saat ini Gini Ratio (Kesenjangan Ekonomi)  Jakarta 0,43 nomor dua terendah di indonesia setelah Papua, terkait dengan pembangunan Jakarta harus dibangun tiga pilar: SDM, Infrasturuktur, dan Lingkungan.

“Kita hanya ribut bicara toleransi pada saat perayaan keagamaannya. Padahal “toleransi” pembangunan Jakarta benar-benar tidak toleran. Artinya yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin,” tandasnya.

Sedangkan Sejarawan juga Budayawan Jakarta JJ Rizal mengungkapkan bahwa Jakarta hari ini hanya melindungi aristokrasi kapitalis dan aristokrasi politik

Dan pembicara selanjutnya Dr Bambang Kusumanto mengatakan saat ini 12 prioritas pembangunan  DKI Jakarta hampir 100% orentasinya hanya pembangunan fisik belaka. Padahal ujung semua kesuksesan  adalah dimulai dengan pembangunan manusianya

Walau datang sedikit telat Eko H Punomo atau biasa di sapa Eko Patrio, mengkritisi prihal kepemimpinan Gubernur saat ini. “Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang bertutur kata baik, yang tidak marah-marah terus,” ujar Eko. (one)

Komentar Anda

comments