Pemprov Banten Didesak Seriusi Kelola Potensi Kelautan

oleh -
Pantai, salah satu potensi kelautan di Banten. (bbs)
Pantai, salah satu potensi kelautan di Banten. (bbs)

PalapaNews- Lintas Mahasiswa Unsera (LMU) meminta kepada Pemerintah Provinsi Banten untuk serius mengelola potensi laut di provinsi paling barat Pulau Jawa ini. Hal ini demi terwujudnya Banten sebagai poros maritim Nusantara.

“Banten punya potensi sumber daya kelautan yang maha besar. Ini harus dikelola dengan optimal,” kata Juru bicara Lintas Mahasiswa Unsera (LMU), Muhammad Iqbal, di Kota Serang, belum lama ini.

Ia menilai, potensi maritim Banten luar biasa besar dengan letak geografis yang strategis, keberadaan Selat Sunda dan lautnya terhubung langsung dengan Samudra Hindia dan Laut Jawa. Belum lagi dengan keindahan pantainya sepanjang 500 Kilometer, ini menjadi daya tawar yang baik untuk mewujudkan masyarakat adil makmur.

“Laut Banten punya sejarah historis yang besar. Dengan laut kita bisa budidaya terumbu karang, rumput laut, potensi perikanan, masih banyak lagi,” tambahnya.

Sementara Presiden Lintas Mahasiswa Unsera (LMU), Santoni Amindo menyatakan proyeksi pembangunan pariwisata Banten sangat penting sebagai upaya meningkatkan pendapatan daerah dan mendorong penyerapan tenaga kerja sekitar.

“Belum lama ini Menteri Pariwisata Indonesia, Arif Yahya mengungkapkan bahwa sektor pariwisata salah satu yang paling siap dalam menghadapi masyarakat ekonomi Asean,” jelasnya.

Hal ini menurutnya menjadi peluang besar bagi Pemerintah Banten untuk menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. “Tinggal bagaimana komitmen Perintah Banten dalam mengelola dan mengembangkan segala potensi kemaritiman yang ada. Komitmen atau tidak,” jelasnya.

Pemerintah Banten, baik Provinsi maupun Kota/Kabupaten, menurutnya harus mulai berbenah dan mengusahakan orientasi cara pandang konsep pembagunan yang tidak hanya berorientasi darat, namun fokus pada bidang kelautan.

“Sudah terbukti dalam sejarah Nusantara, Banten punya pelabuhan Karangantu yang sangat megah pada jamannya. Belum lagi dengan kerajaan Sriwijaya dan Majapahit dengan lautlah yang membesarkan dan memakmurkan,” kata dia.

Kendati demikian, menurutnya perubahan orientasi dan visi pembangunan  dari daratan ke laut membutuhkan strategi kebudayaan, dukungan politik dan perubahan strategi kemiliteran yang sanggup mengubah mental agraris menjadi maritim.

“Semoga dengan laut kita kembali kepada jati diri kebudayaan. Dengan laut kita jaya,” pungkasnya. (fit)

Komentar Anda

comments