Keluarga Mahasiswa Cilegon Tolak Proyek JLU

oleh -
Keluarga Mahasiswa Cilegon (KMC) Jakarta. (ist)
Keluarga Mahasiswa Cilegon (KMC) Jakarta. (ist)
Keluarga Mahasiswa Cilegon (KMC) Jakarta. (ist)

PalapaNews- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Cilegon (KMC) Jakarta, menolak keras pembangunan infrastruktur jalan lingkar utara (JLU) di Kota Cilegon, Banten.

Penolakan ini sebagai bentuk kecemasan mahasiswa yang menilai pembagunan JLU 2016 kurang efektif, di karenakan masih terdapat pembangunan yang harus di dahulukan dan di selesaikan.

Ahmad Jauharuddin, selaku pembina Keluarga Mahasiswa Cilegon (KMC) Jakarta menuturkan, Pembangunan JLU ini di nilai hanya berorientasi pada infrastruktur.

“Cilegon dalam pembangunan JLU harusnya tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, melainkan suprastruktur di nilai lebih penting demi kesejahteraan rakyat,” ujar Jauhar, sapaan Ahmad Jauharuddin.

Menurutnya, hal ini dapat dilihat dari tingkat pengangguran dan kemiskinan yang di sebabkan sulitnya masyarakat Cilegon mendapatkan pekerjaan karna minimnya sosialisasi dan pendidikan yang di berikan pemerintah.

“JLU Cilegon ini akan memakan waktu dan anggaran dana yang tidak sedikit, karna demikian di perkirakan menjadi mega proyek di Cilegon yang memungkinkan menjadi perburuan kontraktor besar dari Cilegon atau luar Cilegon,” tandas Jauhar.

Hal senada disampaikan salah satu kader KMC, Nur Cholish Hasan. Mahasiswa yang karib disapa Cholish, ini menegaskan bahwa JLU dinilai proyek yang tergesa-gesa.

“Jika memang orientasi pembangunan yang ada di Cilegon demi kesejahteraan rakyat, harusnya pemerintah tahu kebutuhan masyarakat itu sendiri. Apa yang harus menjadi langkah awal pembangunan,” tegas Cholish.

Selain kota industri, Cilegon yang disebut-sebut sebagai kota santri minim membentuk karakter masyarakat yang berkualitas serta mampu bersaing. Demikian juga, masih maraknya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan pribadi.

Masyarakat dirasa tak mungkin mampu bersaing tanpa mendapat pendidikan yang memumpuni bidangnya. Masyarakat Cilegon dinilai telah lama bersaing dengan Korea yang jauh lebih dulu menetap sebelum Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) diresmikan tahun 2016 ini.

“Pembangunan suprastruktur jauh lebih di harapkan masyarakat selain pembangunan infrastrukur, dalam banyak teori bahkan dalam pembentukan Indonesia yang termaktub dalam lagu Indonesia raya, Bangun jiwa terlebih dahulu baru bangun badannya,” pungkas Cholish. (ndo)

Komentar Anda

comments