Kekerasan Seksual Anak di Lebak Menonjol

oleh -
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)

PalapaNews- Kasus kekerasan seks yang dialami anak di Kabupaten Lebak cukup tinggi. Dari data Badan Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana (BP2KB) setempat, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sepanjang tahun 2015 sebanyak 23 kasus, diantaranya 20 kasus korban kekerasan seks yang dialami anak-anak.

“Kekerasan seks yang memprihatinkan oleh oknum kepala sekolah dasar (SD) di Kecamatan Gunung Kencana,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada BP2KB Kabupaten Lebak Nani Suryani.

Diketahui, korban oknum kepala sekolah itu merupakan muridnya sendiri. Tak hanya satu, bahkan korbannya mencapai empat orang.

“Semestinya, kepala sekolah tersebut melindungi anak-anak dari ancaman kekerasan seks, namun menjadi kesempatan dilakukan tenaga kependidikan. Kami berharap kasus ini tidak terulang lagi di Kabupaten Lebak, terlebih telah diluncurkan program Lebak Cerdas,” ujar Nani.

Pihaknya terus mengoptimalkan sosialisasi dan penyuluhan KDRT kepada organisasi kemasyarakatan (Ormas), pelajar, mahasiswa, majlis taklim, pemuka agama dan berbagai organisasi kepemudaan.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan kasus KDRT di Kabupaten Lebak bisa ditekan atau diminimalisasi. Selain itu juga pihaknya menyarankan korban KDRT bisa melapor kepada petugas penegak hukum, sebab kasus KDRT tersebut perlu dilakukan penegakan hukum sehingga pelakunya merasa jera.

Selama ini, tingkat kesadaran masyarakat melaporkan kasus KDRT mulai meningkat. “Kami berharap kasus kekerasan seks itu diproses secara hukum berdasarkan peraturan Undang-undang KDRT itu,” kata dia.

Ia menyebutkan, selama ini kasus KDRT di Kabupaten Lebak tahun 2015 menurun dibandingkan tahun 2014 sebanyak 31 kasus. Kasus KDRT tahun 2015 tercatat 23 kasus dan mereka sebagian besar kekerasan seks yang dialami anak-anak. (iih/one)

Komentar Anda

comments