Angka Kematian Ibu & Bayi di Tangsel Tinggi

oleh -
Dinkes Kota Tangsel sosialisasi Program EMAS kepada masyarakat. (one)
Dinkes Kota Tangsel sosialisasi Program EMAS kepada masyarakat. (one)

PalapaNews- Kasus kematian ibu dan anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih tergolong tinggi. Hingga Oktober lalu, tercatat 12 kasus kematian ibu dan 50 kasus kematian neonatus, bayi dan balita.

“Meski angka ini jauh dari jumlah nasional, tapi hal ini perlu kita sikapi dan pikirkan bersama untuk upaya penanganannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Suharno.

Hingga kini, menurutnya angka kematian ibu dan anak di Indonesia masih tinggi. Berdasarkan kesepakatan MDG’s yang menargetkan Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia tahun 2015 sebesar 102/100.000 KH, namun kenyataannya justru AKI meningkat dari 228/100.000 KH menjadi 359/100.000 KH.

“Untuk itu program-program upaya penurunan AKI dan AKB dilanjutkan melalui berbagai Goals yang dicanangkan dalam SDG’s hingga tahun 2019,” terangnya.

Angka kematian bisa dicapai dengan tiga kunci, yakni setiap persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih, setiap komplikasi obstetri dan neonatal mendapat pelayanan yang adekuat, setiap wanita subur mempunyai akses pencegahan kehamilan yang tidak diinginkan dan penanganan komplikasi keguguran.

“Rumah sakit yang berada di Tangsel dan sekitarnya, selain berfungsi sebagai tempat rujukan kasus, juga berfungsi sebagai tempat rujukan ilmu dan teknologi bagi seluruh perangkat kesehatan di wilayah Kota Tangsel,” papar Suharno. (one)

Komentar Anda

comments