Pentingnya Sarapan Sebelum Jam 9 Pagi

oleh -
Perwakilan Energen saat memberikan keterangan kepada wartawan. (man)
Perwakilan Energen saat memberikan keterangan kepada wartawan. (man)
Perwakilan Energen saat memberikan keterangan kepada wartawan. (man)

PalapaNews- Berdasarkan penelitian, 76,1 persen anak Indonesia memiliki nilai Mutu Gizi Pangan (MGP) sarapan yang tergolong sangat kurang dan 66 persen anak Indonesia sarapan dengan gizi yang kurang.

Pergizi Pangan Indonesia bersama Energen memanfaatkan Hari Kesehatan Nasional ini dengan mencangkan Gerakan Nasional Ayo Sarapan Sehat Sebelum Jam 9 pagi di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang, Minggu (29/11/2015).

Brand Manager Energen, M T Assyaukani mengatakan kegiatan yang dilaksanakan serentak di empat kota yakni Tangerang, Malang, Semarang dan Samarinda ini merupakan rangkaian dari acara sebelumnya yang telah sukses digelar pada Maret lalu untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya sarapan sehat.

“Kami mengajak 35.000 peserta di 4 Kota untuk mewujudkan komitmen keseriusan Energen yang bertujuan memerangi masalah kekurangan gizi saat sarapan,” paparnya.

Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof Dr It Hardinsyah menegaskan sarapan sehat bukan hanya mencegah rasa lapar tetapi juga harus memenuhi seperempat gizi harian yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air.

“Sarapan sehat dan baik dilaksanakan sebelum jam 9 pagi dengan alasan, tubuh anak membutuhkan penambahan energi setelah berpuasa selama 8 hingga 10 jam saat tidur. Selain itu terbukti membantu fokus anak belajar dan berprestasi,” jelasnya. (man)

Komentar Anda

comments