Ngaku Wartawan, Tipu Pedagang di Pondok Aren Belasan Juta

oleh -
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)

PalapaNews- Bukannya untung, malah buntung! Peribahasa itu mungkin tepat dialamatkan ke Sarpin, pedagang rokok di toko klontong kawasan Jalan Maleo, Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Sarpin, menjadi korban penipuan wartawati gadungan bernama Aygenta (27). Kejadiannya, berawal ketika Sarpin dihubungi pelaku yang mengaku dari salah satu Tv swasta nasional. Sarpin, diberi tahu kalau ia memperoleh hadiah berupa uang dan umroh gratis dari salah satu program televisi tersebut.

Tak berapa lama, Sarpin akhirnya didatangi pelaku di toko klontongnya. Saat itu, pelaku membawa Id Card yang belakangan diketahui palsu dan sebuah tripod. Tongkrongan wartawati gadungan ini, menambah kepercayaan Sarpin kalau dia benar-benar mendapat hadiah.

Usai berkomunikasi, Sarpin dimintai uang oleh pelaku. Dalih pelaku, Sarpin diwajibkan memberikan sejumlah uang agar proses pemberian hadiahnya berjalan mulus. Sarpin yang kadung percaya, akhirnya rela memberikan uang ke pelaku Aygenta.

“Saya disuruh transfer ke rekening pelaku, secara bertahap, hingga 15 juta rupiah agar mendapatkan hadiah umroh dan uang dari salah satu tv swasta ternama tersebut,” ungkapnya.

Lantaran hadiah yang dijanjikan tak kunjung diberikan, Sarpin akhirnya melaporkan kejadian yang menimpanya itu ke Mapolres Tangsel. “Saya lapor ke polisi, gak lama wartawati itu ditangkep,” jelasnya.

Kasubag Humas Polres Tangsel, Ajun Komisaris (AKP) Mansuri mengatakan petugas sudah mengamankan pelaku atas nama Aygenta. Dari tangan pelaku, petugas menyita barang bukti berupa Id Card palsu, tripod serta lima amplop berisi uang tunai Rp8 juta yang diduga didapat dari Sarpin. “Pelaku saat ini ditahan di sel tahanan Polsek Pondok Aren,” katanya.

Mansuri juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap oknum-oknum apalagi mengatasnamakan wartawan yang meminta sejumlah yang. Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dan melaporkan ke pihak kepolisian setempat, jika menemukan modus seperti itu.

“Jangan percaya ama oknum yang mengaku-ngaku wartawan, masyarakat bisa melakukan koscek terlebih dahulu, apakah benar orang tersebut wartawan atau bukan, jika merasa curiga bisa langsung telp ke kantor polisi terdekat,” jelasnya. (one)

Komentar Anda

comments