Pemkot Tangerang Kembangkan Perpustakaan Digital

oleh -
PNS Kota Tangerang saat apel pagi. (dok)

Apel Pagi PNS Kota Tangerang
Minat baca masyarakat Indonesia, jika dibandingkan dengan negara Asia lainnya masih berada di bawah rata-rata. Kondisi yang cenderung stagnan turut ditambah dengan lingkungan yang kurang mendukung untuk meningkatkan budaya baca.

Berdasarkan data Bank Dunia Nomor 16369-IND dan studi International Association for the Evaluation of Education Achicievement (IEA), untuk kawasan Asia Timur, Indonesia memegang posisi terendah dengan skor 51,7 persen, dibawah Filipina 52,6 persen, Thailand 65,1 persen, Singapura 74,0 persen dan Hongkong 75,5 persen.

Melihat kondisi riil yang ada di masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang menjadi bagian yang dapat turut menularkan dan meningkatkan kebiasaan membaca semakin membaik. Dengan memulainya dari masyarakat yang ada di Kota Tangerang.

Menurut Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah menuturkan, dalam hal tingkat sadar baca, masyarakat Indonesia belum menunjukkan kabar yang menggembirakan. Tidak hanya itu, daya beli masyarakat yang masih rendah terhadap buku, penyaluran buku yang tidak merata, pengelola perpustakaan yang tak ramah baca, kurangnya motivasi orang tua pada anak, hingga sebutan miring bagi pecinta buku yang sering dijuluki ‘kutu’ buku justru semakin menghambat tumbuhnya budaya baca di negeri ini.

Oleh karena itu, Pemkot Tangerang melalui Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) akan segera mungkin meningkatkan pelayanan perpustakaan melalui kegiatan perpustakaan digital. Perkembangan teknologi informasi dan jaringan internet yang kian pesat harus dapat dimanfaatkan dalam dunia perpustakaan terutama dalam hal pencarian bahan pustaka secara digital.

“Selain akan mempermudah pencarian koleksi yang tersimpan di perpustakaan, kami juga ingin tarik minat baca masyarakat dengan kemudahan yang mereka dapat saat berada di perpustakaan yang tersebar di seluruh Kota Tangerang. Salah satunya melalui perpustakaan digital,” jelas Walikota.

Untuk mewujudkannya, BPAD Kota Tangerang pun telah menggelar pertemuan dengan tim Perpustakaan Nasional Pusat di Kantor BPAD pada 28 September 2015, yang nantinya akan bekerjasama terkait pengembangan perpustakaan digital.

Walikota mengungkapkan, keberadaan perpustakaan sebagai salah satu tempatnya ilmu yang dapat turut meningkatkan wawasan serta pengetahuan tentunya harus dapat menjadi tempat yang senyaman mungkin agar masyarakat semakin antusias untuk datang, duduk dan membaca berbagai literatur buku yang tersusun dengan rapi dan mudah dalam mencarinya.

“Buku adalah jendela dunia. Makanya membaca harus terus digerakkan menjadi sebuah kebiasaan masyarakat Kota Tangerang,” tegasnya seraya meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Tangerang agar memiliki perpustakaan sehingga keberadaannya dapat turut menunjang pekerjaan para pegawai dan mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang untuk menstandarasisasi perpustakaan mulai dari tingkat dasar hingga menengah sehingga para pelajar kedepan akan semakin gemar membaca.

Setiap upaya Pemkot Tangerang, tentu ingin memberikan manfaat sebesar mungkin kepada masyarakatnya. Seperti halnya dengan tersedianya perpustakaan digital ini.(*)

Komentar Anda

comments