Di MTsN Tigaraksa Ada Gerakan 15 Menit Membaca

oleh -
Muhamad Rafli Ramadhan, siswa VIII5 sedang membaca buku dari mobil perpustakaan keliling. (ist)
banner 300250
Muhamad Rafli Ramadhan, siswa VIII5 sedang membaca buku dari mobil perpustakaan keliling. (ist)
Muhamad Rafli Ramadhan, siswa VIII5 sedang membaca buku dari mobil perpustakaan keliling. (ist)

Palapanews- Untuk mendukung gerakan membaca di sekolah yang dicanangkan pemerintah, MTsN Tigaraksa Kabupaten Tangerang melaksanakan peluncuruan gerakan membaca lima belas menit yang dirancang agar menjadi budaya.

“Gerakan membaca ini melibatkan seluruh komponen, tidak hanya siswa tetapi juga guru, kepala sekolah dan karyawan madrasah,” ujar Ahmad Hanapiyah, Ketua Gerakan MTs Negeri Tigaraksa,  Jumat (2/10/2015) lalu.

Peluncuran gerakan membaca di MTsN Tigaraksa diikuti sekitar tujuh ratus siswa dan segenap pengelola sekolah selama lima belas menit sebelum pembelajaran dimulai.
Dalam kegiatan itu, hadir pula perwakilan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten, Perpustakaan Daerah Banten, Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT), Komunitas Baca Tangerang dan juga USAID Prioritas.

Hanapiyah mengatakan bahwa pembiasaan membaca dilaksanakan melalui tiga tahap, yakni penyiapan jadwal membaca yang disisipkan dalam kalender akademik, pengadaan koleksi buku bacaan dan sudut baca di kelas hingga di tahap akhir adalah publikasi dan evaluasi.

“Koleksi buku kami berasal dari hibah USAID Prioritas dan sumbangan alumni siswa. Untuk melengkapi minat siswa membaca, kami mengundang mobil perpustakaan keliling datang ke sekolah. Siswa membaca setiap senin hingga kamis selama lima belas menit sedangkan di hari jumat, siswa akan mempresentasikan hasil resensi buku yang dibacanya,” jelas Hanapiyah.

Setelah membaca, siswa menuliskan resensi buku bacaan di kertas warna sehingga membentuk tirai baca yang dipasang di perpustakaan sekolah. Melalui tirai baca, siswa jadi terdorong untuk membaca buku yang sudah dibaca oleh temannya.

“Biasanya siswa akan tertarik mencari buku bacaan hasil rekomendasi dari temannya. Pembiasaan membaca ini diharapkan dapat terjadi tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan di masyarakat. Melalui pertemuan dengan orangtua siswa, kami mendorong orangtua untuk intens mendampingi siswa membaca di rumah,” tegas Hanapiyah.

Launching gerakan membaca MTsN Tigaraksa merupakan pembinaan minat baca siswa di sekolah, di rumah dan di masyarakat. Untuk menyasar tujuan tersebut, seluruh komponen madarasah menciptakan jejaring literasi demi peningkatan kualitas pendidikan.

Muhamad Rafli Ramadhan, siswa kelas VIII5 yang tampak asyik membaca bercerita bahwa kebiasaan membaca mengenalkannya pada pengetahuan baru yang tidak diperolehnya dari guru. (one)

Komentar Anda

comments