Guru Dorong Siswa Temukan Sumber Belajar Sendiri

oleh -
Diskusi antar-peserta pelatihan.(hms)
Diskusi antar-peserta pelatihan.(hms)
Diskusi antar-peserta pelatihan.(hms)

Palapa News- Tuntutan pendidikan yang berkualitas saat ini merupakan hal yang mutlak harus dipenuhi bagi seorang guru sebagai tenaga pendidik. Seiring dengan perubahan kurikulum yang dinamis, tentu tak pelak lagi guru harus mampu menerapkannya di kelas.

Berdasarkan kebutuhan ini baru saja digelar pelatihan replikasi dan diseminasi program USAID PRIORITAS bagi lebih 100 guru SMP dari 20 SMP swasta dan negeri di Kabupaten Serang selama empat hari.

Pelatihan replikasi ini merupakan kerjasama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang bersama USAID PRIORITAS Banten. Sebagian besar pelatihan ini didanai dari anggaran bidang pembinaan SMP untuk peningkatan mutu pembelajaran, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang.

“Bapak-ibu yang sudah mengikuti pelatihan replikasi praktik pembelajaran yang baik diharapkan sekarang sudah bisa menguasai kelas lebih dinamis, tidak konvensional lagi. Ajak siswa untuk berdiskusi di kelas sehingga pembelajaran dapat berlangsung aktif dan kolaboratif seperti yang terjadi dalam pelatihan ini,” kata Elis Yulaeti, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang.

Pelatihan yang dimulai sejak tanggal 18 April 2015 memuat materi yang dibutuhkan guru seperti pembelajaran kontekstual, pembelajaran kooperatif dengan pendekatan saintifik, menyusun pertanyaan tingkat tinggi.

Selain itu, guru harus mampu menciptakan lingkungan kelas yang mendorong siswa belajar aktif, mengelola pembelajaran secara efektif, memahami kurikulum, melayani perbedaan individual dalam pembelajaran, penilaian autentik dan praktik mengajar.

Rifki Rosyad, Koordinator Provinsi Banten USAID PRIORITAS berpendapat bahwa metode yang diterapkan dalam pelatihan ini diharapkan akan menunjang pembelajaran bagi guru di kelas.

“Di pelatihan ini, bapak-ibu sudah mendapatkan berbagai metode dan strategi pembelajaran yang variatif dan kontekstual. Dengan demikian, bapak-ibu sebagai guru dapat mendorong siswa untuk menemukan sumber belajar sendiri,” ujar Rifki di hadapan peserta yang hadir saat menutup secara resmi pelatihan.(anna/one)

Komentar Anda

comments