Tenaga Pendidik Tak Merata, Sulit Tingkatkan Kualitas

oleh -
Kegiatan belajar di kelas.

Palapa News- Peningkatan kualitas pendidikan dasar tidak bisa hanya terfokus di penguatan SDM tenaga pendidik, guru, atau kepala sekolah. Upaya ini juga tergantung pada jumlah tenaga pendidik berkualitas yang merata di setiap daerah.

“Sulit meningkatkan mutu pendidikan apabila jumlah tenaga pendidik tidak tersebar secara merata,” ujar Rukman Tedy, Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Senin (8/9/2014) dalam paparannya.

Masalah yang terjadi selama ini adalah kurangnya koordinasi antar berbagai instansi terkait penugasan guru PNS yang berujung pada tidak meratanya guru yang berkualitas. Guru sertifikasi cenderung menumpuk di daerah perkotaan, sementara guru honorer di pelosok.

Seiring berjalannya waktu, para guru honorer ini menuntut untuk diangkat menjadi guru tetap. Bertambahnya jumlah guru akan menyebabkan anggaran operasional pendidikan melonjak, demi kepentingan pemenuhan gaji mereka. Di Kabupaten Serang dan Pandeglang, sekitar 80 persen anggaran Dinas Pendidikan habis untuk membayar gaji pegawai.

USAID PRIORITAS menyelenggarakan Lokakarya Program Penataan dan Pemerataan Guru Provinsi Banten. Acara sehari yang berlangsung di Hotel Ara Serpong itu melibatkan 47 perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kemenag seluruh kabupaten/kota dampingan di Banten. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah kabupaten/kota mengatur penugasan para guru, terutama di tingkat SD/MI dan SMP/MTs.

Sementara Oktin Palupi, Spesialis Tata Kelola Kepemerintahan USAID PRIORITAS Banten, mengungkapkan, di tengah perubahan kurikulum nasional, ketersediaan jumlah guru berdasarkan mata pelajaran juga merupakan masalah di daerah kabupaten/kota. Misalnya di Kabupaten Serang, berdasarkan penghitungan KTSP (kurikulum lama), terdapat kelebihan 44 orang guru PAI. Namun berdasarkan penghitungan Kurikulum 2013, justru kekurangan 163 guru.

“Ini terjadi karena bertambahnya jumlah jam pelajaran PAI tingkat SD dalam kurikulum baru. Ini menjadi masalah di semua daerah,” Oktin menambahkan.

Tujuan acara ini,  jelasnya, untuk berbagi hasil kegiatan PPG di kohor 1, Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang, penyebarluasan dampak dan manfaat PPG, dan mensinergikan PPG dengan kebijakan pada level provinsi dan pusat. Diakui Oktin, acara ini juga sebagai tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang.

“Kurikulum 2013 ini sebenarnya merupakan kesempatan yang baik untuk menata kembali distribusi guru di daerah karena dalam kurikulum baru ini, jumlah jam pelajaran dalam seminggu sekarang bertambah banyak,” tambahnya.(bud)

Komentar Anda

comments