Sengketa Lahan, PT JRP Digugat ke Pengadilan

oleh -

Sengketa Lahan Bintaro JayaPalapa News – Pengembang perumahan Bintaro Jaya, PT Jaya Real Property (JRP) Tbk digugat RM Punto Wibisono ke Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Gugatan Punto Wibisono ini terkait sengketa lahan seluas 2080 meter persegi di Jalan Tegal Rotan Raya, Pondok Jaya, Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Gugatan kami daftarkan ke PN Tangerang karena PT JRP telah melakukan penguasaan tanpa hak terhadap lahan tersebut. Apalagi status kepemilikan lahan itu masih dalam proses Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung. Artinya, kedua belah pihak tidak dapat menggunakan lahan tersebut selama PK belum diputuskan,” kata Kuasa Hukum Punto Wibisono, Sujudi Rekso Putranto SH menjelaskan kepada palapanews.com, Rabu (28/8/2013).

Ia menambahkan, PT JRP pernah melakukan aktivitas berupa pembangunan GOR (Gelanggang Olahraga) di lahan itu. Namun akhirnya disegel pemerintah daerah karena PT JRP tidak memiliki surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

“Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) PT JRP atas lahan itu, dibatalkan Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Banten melalui Keputusan Direktur Jenderal Pajak No 1574/WPJ.08/2012 tentang Pembatalan Ketetapan PBB Yang Tidak Benar Atas SPPT Nomor 36.76.070.011-009-815.0 tanggal 2 Januari 2012. Pembatalan itu dilakukan karena sertifikat yang dimilik PT JRP tak sesuai dengan lahan tersebut,” katanya.

Judi juga mengaku memiliki bukti terkait SHGB milik PT JRP yang tidak memenuhi standar. Karena SHGB itu gambar ukurnya tidak ditandatangani pihak pemohon, dalam hal ini PT JRP.

Bahkan diakuinya, karena gambar ukur milik PT JRP tersebut terdapat pemalsuan, akhirnya salah seorang oknum pejabat Badan Pertanahan Negara (BPN) Kabupaten Tangerang ditetapkan sebagai tersangka karena terlibat pemalsuan sertifikat itu.

“Saat ini tinggal pengembangan penyidik Mabes Polri. Tersangka pasti bertambah,” tandasnya.

Ditambahkannya, sidang perdana perkara tersebut digelar di PN Tangerang kemarin, Rabu (28/8). Sayangnya, pihak PT JRP tidak hadir dalam sidang yang dipimpin Hakim Ketua Dehel K Sandan SH,MH. “Karena tergugat tidak hadir, sidang ditunda minggu depan,” kata Dehel K Sandan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT JRP belum ada yang dapat dikonfirmasi. Nomor pribadi bagian legal sengketa PT JRP, Yatno tidak dapat tersambung saat dihubungi Rabu (28/8/2013) sore.(iwa)

Komentar Anda

comments