Pameran Dukungan Internasional pasca-Tsunami Digelar di Museum Tsunami Aceh

oleh -

Multi Donor FundPalapa News- Generasi masa depan di Aceh, kini dapat memahami bagaimana semangat kerjasama nasional dan internasional telah membantu upaya pemulihan pasca-tsunami di provinsi ini. Gubernur Aceh, Selasa (28/05/2013) membuka pameran permanen Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias (MDF) di Museum Tsunami, Banda Aceh.

Deputi Manajer MDF, T Safriza Sofyan mengakui pihaknya merasa bahagia dan terhormat karena mendapat kesempatan menunjukkan kemitraan yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat internasional dalam upaya pemulihan Aceh dan Nias dari dampak bencana yang dahsyat.

“Melalui pameran ini, kami ingin berbagi pengetahuan terkait rekonstruksi dan ketangguhan terhadap bencana yang diperoleh melalui program MDF dengan pihak yang paling berkepentingan dalam hal ini, yaitu masyarakat serta generasi masa depan Aceh dan Indonesia,” tambah Safriza dalam sambutannya.

Terletak di lantai dua museum, pameran ini memaparkan bagaimana MDF dibentuk, para mitra program, pendekatan serta pencapaiannya dan yang terpenting, pembelajaran yang dipetik dari dukungan rekonstruksi tersebut.

Gubernur Aceh, dr H Zaini Abdullah menyatakan proses pemulihan telah menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi semua pihak. Terima kasih atas kerja keras masyarakat Aceh serta dukungan yang berlimpah dari masyarakat Indonesia, maupun internasional, salah satunya melalui MDF.

“Karenanya kita berhasil bangkit dan tumbuh menjadi masyarakat yang lebih tangguh. Pameran ini untuk mengingatkan kita bagaimana kerjasama dengan semua pemangku kepentingan dapat membantu kita mewujudkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” paparnya.

MDF telah ditutup setelah delapan tahun berkontribusi dalam upaya rekonstruksi pascabencana yang sukses di Aceh dan Nias. Program ini diakui berperan penting dalam pemulihan Aceh dan Nias, mencapai hasil memuaskan, dengan dampak yang bisa dirasakan bahkan lama setelah MDF berakhir.

Keberhasilan pencapaian MDF tersebut tidak terlepas dari tiga hal utama. Pertama, MDF bekerja dengan kemitraan yang kuat. Kedua, MDF mencetak hasil yang signifikan, baik berupa aset fisik maupun manfaat kualitatif. Dan ketiga, program MDF menyediakan model rekonstruksi pascabencana yang dapat diadopsi dan direplikasi dimanapun.

MDF telah membangun kembali dan memperbaiki hampir 20 ribu rumah, lebih dari 500 kantor pemerintah daerah atau balai desa/kota, dan hampir 700 sekolah. Program ini juga telah membangun kembali dan memperbaiki jalur transportasi utama, termasuk lima pelabuhan strategis, lebih dari 600 km jalan nasional dan provinsi, lebih dari 250 km jalan kabupaten, dan lebih dari 3.000 Km jalan desa.

Pencapaian MDF yang signifikan ini hanya mungkin terjadi dengan kemitraan kuat yang diusung oleh program ini antara pemerintah pusat dan daerah, para donor, para mitra pembangunan, serta masyarakat Aceh dan Nias. Lima belas donor menyumbangkan US$ 655 juta kepada program, termasuk Uni Eropa, yang merupakan donor terbesar dengan kontribusi senilai US$ 271,3 juta. Selain itu, Uni Eropa juga membuat pameran permanen tentang program dukungan terhadap perdamaian di Aceh yang bersebelahan dengan pameran permanen MDF.

Wakil Kepala Delegasi Uni Eropa Colin Crooks mengaku bangga bekerjasama dengan Bank Dunia, pemerintah Indonesia dan masyarakat Aceh dalam menanggapi bencana dahsyat pada 2004.

“Hari ini, kita dapat menyaksikan kemajuan yang signifikan, tidak hanya dalam rekonstruksi fisik Aceh, namun juga dalam pembangunan perdamaian yang berkelanjutan. Pameran ini mengingatkan kita akan apa yang telah dicapai oleh Aceh serta kesiapannya menyambut masa depan yang lebih cerah,” tandasnya.

Mewakili Bank Dunia, Jan Weetjens, menyatakan Bank Dunia telah dan akan terus menjadi mitra Indonesia dalam upaya kesiapsiagaan dan tanggap bencana. Berbagai instrumen akan tetap mendukung pembangunan yang damai serta kesiapsiagaan dan tanggap bencana.

“Dan melalui instrumen tersebut kita akan terus bekerja sama dengan pemerintah,” katanya.(bud)

Komentar Anda

comments