Segera Berdiri, Bank Banten Butuh Modal Rp 30 Triliun

oleh -

bank bantenPalapa News – Keberadaan Bank Banten di provinsi paling barat Pulau Jawa ini tampaknya semakin dekat. Bahkan, persiapan pembentukan bank daerah tersebut sedang dikaji Bank Indonesia (BI).

Demikian dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Banten, Widodo Hadi di Puspiptek, Setu, Kota Tangsel. “Segera, paling lambat tahun 2014,” katanya.

Ia menambahkan, modal awal untuk pembentukkan Bank Banten ini sebesar Rp 30 triliun. Dananya mengandalkan anggaran yang dapat dikelola dari APBD 2012 sebesar Rp 6 triliun dan dari APBD 2013 sebesar Rp 14 triliun.

“Nanti ada tambahan dari APBN sebesar Rp 10 triliun. Jadi modal awal yang dibutuhkan Rp 30 triliun,” tandasnya.

Widodo menilai, keberadaan Bank Banten ini sudah cukup mendesak. Apalagi, Bank Banten ini didirikan untuk menggerakan ekonomi pembangunan kerakyatan menjadi bank sehat.

Masih menurut Widodo, Bank Indonesia mengeluarkan aturan baru yaitu Peraturan BI No.14/ 18 /PBI/2012 tentang Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum. Dalam peraturan tersebut, BI mewajibkan bank untuk menyediakan modal minimum sesuai profil risikonya masing-masing.

Sehingga tidak hanya mampu menyerap potensi kerugian dari risiko kredit, risiko pasar, dan operasional. Melainkan juga risiko-risiko lainnya seperti risiko likuiditas dan risiko lain yang material.

“Diharapkan bisa lebih perhatian untuk memacu pertumbuhan ekonomi, akses permodalan,” jelas Widodo.

Nantinya, kata dia, pada Bank Banten akan disertakan Perusahaan Penjamin Kredit Daerah (PPKD). PPKD merupakan langkah inovatif untuk membantu permasalahan kesulitan modal bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Banten.

“PPKD nantinya akan memberikan jaminan bagi perkembangan dunia usaha kecil dan menengah. Dengan adanya PPKD maka bank akan lebih mudah mengakses permodalan,” tutup Widodo.(ymw)

Komentar Anda

comments