Luapan Cisadane Rendam Ratusan Rumah di Serpong

oleh -

PalapaNews. Hujan yang terus mengguyur wilayah Jabodetabek mulai memberi imbas negatif bagi warga. Di Kota Tangsel, tepatnya di perumahan Pesona Serpong, Kademangan, Kecamatan Setu, warga dikejutkan dengan luapan air Sungai Cisadane yang berjarak sekitar 20 meter dari perumahan minimalis tersebut. Alhasil rumah 150 KK yang ada di pemukiman tersebut terendam air setinggi 60 Cm.

Berdasarkan informasi, air mulai menggenangi rumah warga Minggu (18/11/2012) sekitar pukul 20.00 WIB. Genangan air terus meningkat jelang malam. Tepat sekitar pukul 23.00 WIB, genangan air sudah mencapai betis orang dewasa atau sekitar 60 cm.

“Karena air semakin meninggi, saya dan keluarga memilih mengungsi. Baru pulang tadi (kemarin, red),” ujar Ijal, warga Pesona Serpong.

Air berangsur-angsur mulai surut Senin (19/11/2012) sekitar pukul 05.00 WIB. Berangsur warga yang sempat mengungsi ke kediaman keluarga atau musala yang lokasinya lebih tinggi dari area pemukiman tersebut, mulai kembali ke rumah masing-masing. Terlihat hingga sore hari, warga mulai membersihkan perabotan rumah tangga yang sempat terendam air beberapa jam.

“Tadi sekitar am 07.30, saya balik ke rumah, airnya sudah surut. Saat ini tinggal bersih-bersihnya,” ujar Ijal.

Banjir yang melanda Pesona Serpong, menurut warga terjadi karena dibukanya pintu air Katulampa di kawasan Bogor. Disisi lain, Pintu Air 10 yang berada di Kota Tangerang yang merupakan hilir dari aliran Cisadane ditutup. Alhasil, aliran Cisadane yang berada di kawasan Pesona Serpong meluap. Padahal jarak dari perumahan tersebut ke bibir sungai Cisadane lebih dari 20 meter.

Ditambah lagi dari permukaan air Cisadane ke dataran tingginya mencapai 8 meter. Namun karena volume air yang cukup banyak, membuat air menggenangi perumahan yang terdiri dari 350 rumah dan baru dihuni sekitar 150 KK tersebut.

“Harapannya sih tanggung ditinggikan sekitar satu meter lagi. Karena kalau kondisi normal-normal saya, jarak dari dataran ke permukaan air sekitar 8 meter. Kalau tanggul ditambah satu meter lagi mungkin bisa menghalau air masuk ke pemukiman warga,” terangnya.

Ketua RT Perumahan Pesona Serpong, Sopwan mengatakan pasca warga mendapatkan bencana, bantuan dari Pemerintah Kota Tangsel sudah berdatangan. Senin malam terang Sofian setidaknya bantuan dari beberapa dinas terkait dengan bencana sudah berdatangan.

“Senin malam petugas dari Pemkot Tangsel sudah datang dan memberikan bantuan. Harapan kami sebagai warga semoga Pemkot membuat tanggul untuk mencegah banjir datang lagi,” katanya.(kie)

Komentar Anda

comments