Bentrok di Lamsel, Ribuan Warga Diungsikan

oleh -

PalapaNews. Ribuan warga Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Lampung Selatan (Lamsel), Lampung, diungsikan ke Sekolah Polisi Negara (SPN) di Bandar Lampung. Ini untuk mencegah bertamabnya korban tewas dalam bentrok antarwarga di desa tersebut.

Kapolres Kota Bandar Lampung, Kombes M Nurochman, mengatakan, ribuan pengungsi ini mulai diboyong ke SPN sejak Senin malam hingga Selasa kemarin.

“Sebagai bentuk antisipasi korban bertambah, kami ungsikan warga Balinuraga ke SPN. Di SPN ini merupakan tempat penampungan sementara hingga situasi lingkungan tempat tinggal mereka kondusif,” kata dia.

Terkait keamanan SPN, ia menyebutkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan TNI angkatan darat dan marinir guna memberikan kenyamanan dan keamanan warga yang ada di pengungsian. “Personel masih dikonsentrasikan di lokasi kejadian bentrokan warga guna menunjang percepatan penyelesaian permasalahan tersebut,” kata Kapolresta itu.

Diketahui, Lamsel masih mencekam. Bentrokan antarwarga di Desa Balinuraga, Kecamatan Waypanji, Lamsel, Lampung, masih terus terjadi. Hingga kemarin, korban tewas akibat kejadian tersebut berjumlah 14 orang.

Kapolres Lamsel, AKBP Tatar Nugroho, menjelaskan, korban tewas tersebut empat orang di antaranya merupakan warga Kecamatan Kalianda. Mereka tewas saat bentrokan hari pertama, Minggu (28/10/2012). Sedangkan 10 lainnya, tewas pada bentrokan hari kedua dan merupakan warga dari Desa Balinuraga.

Keempat korban tewas pada hari pertama dari Kalianda, kata dia, yakni Yahya Bin Abdulah (45) warga Kelurahan Wayurang, Marhadan (35) warga Gunungterang dan Alwin (35) warga Tajimalela. Sedangkan Solihin (35) yang juga warga Kalianda, tewas saat mendapat perawatan di RSU Abdul Moeloek Bandar Lampung.

“Untuk 10 korban lainnya dari Desa Balinuraga masih dalam proses identifikasi di rumah sakit, karena sebagian tubuh korban terpisah saat terjadi bentrokan antarwarga. 10 orang itu kami temukan saat menyisir perladangan dan perkebunan,” kata AKBP Tatar Nugroho, Selasa (30/10/2012).

Ditambahkannya, jumlah korban luka-luka ada sembilan orang dari Kalianda. Sebagian besar dari mereka, terkena luka tembak dan luka tusuk. Sementara untuk kerugian materi berupa 166 unit rumah warga di Desa Balunuraga dan Sidoreno yang dibakar, 26 rusak berat, 11 motor dibakar, dua gedung sekolah dibakar massa. Lalu ,satu unit mobil Isuzu Panther milik Dit Shabara Polda Lampung, satu unit mobil Honda CRV dan Strada dirusak massa.(jp/awa)

Komentar Anda

comments