Tol Serpong-Bandara Terancam Molor

oleh
Ilustrasi.

Palapanews.com- Rencana pembangunan Jakarta Outer Ring Road (JORR) Serpong menuju Bandara Soekarno Hatta, terancam molor. Menyusul belum terselesainya pembebasan lahan jalan tol tersebut.

Sejumlah pemilik rumah maupun lahan yang ikut tergusur, belum sepakat mengenai harga yang ditawarkan pemerintah.

Ruas tol yang rencananya tembus langsung menuju bandara, direcanakan melewati beberapa pemukiman atau tanah milik warga yang masih ditempati pemiliknya.

Seperti kawasan Serpong Utara yaitu Kelurahan Jelupang, Pondok Jagung, dan Paku Jaya dan Kecamatan

Ciputat di kawasan Jombang. Kecamatan Pondok Aren wilayah Parigi Lama.

Dengan panjang JORR 11,2 kilometer meliputi 6,8 kilometer berada di Kota Tangerang dan 4,4 kilometer ada di Tangsel.

Sekretaris Kelurahan Jelupang Mahfud Budiawan mengatakan, pembebasan lahan di wilayahnya mencakup tanah seluas 7,3 hektar.

“Sebenarnya perkara ini sudah dari tahun kemarin dan akan diselesaikan April lalu. Namun warga maupun pihak pemerintahan sendiri masih menemui hambatan,” jelas Mahfud kepada Tangsel Pos.

Misalnya seperti berkas tanah warga yang hilang, juga mengenai harga.

Warga, dikatakan Mahfud, meminta ganti rugi tanah sebesar Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per meter perseginya.

Namun sejauh ini, belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

Sementara itu, menurut Slamet Riyadi, Ketua RT 02/03, Buaran Paku Jaya, hampir semua warga berharap pembangunan tidak jadi. “Takutnya uang penggantian enggak bisa kebeli rumah lagi,” katanya.

Berbeda dengan rapat Kementerian Pekerjaan Umum di Kecamatan Pondok Aren, beberapa waktu lalu, anggota Tim Pengadaan Tanah, Kementerian Pekerjaan Umum  Saiful Anwar menanyakan tanah akan dijual berapa per meter? Warga yang hadir pun nampak tidak menjawab.

Pertanyaan pun kembali dilontarkan Saiful akan dijual berapa tanah? Sejenak mereka diam, tiba-tiba seorang ibu berteriak,”lima juta.”

Syaiful pun menyampaikan harga tanah, yang telah ditentukan tim advisor lahan kosong akan dibayar seharga

Rp 600 ribu per meter, dan tanah berikut bangunan permanen dinilai Rp 2,341 juta per meter. Sedangkan untuk harga pohon akan ditentukan sesuai dengan kriteria tanaman.

Namun menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Harry Mulya Zaen, pembangunan JORR baru bisa dilakukan setidaknya di tahun 2014.

“Menurut UU No 2 tahun 2012 tentang pembebasan lahan, harus ada pembentukan tim penilai independen untuk menganalisis langsung pembebasan lahan dilapangan,” katanya.

Tim tersebut nantinya akan mempertimbangkan harga dari masing-masing meter persegi lahan milik warga. Dengan begitu diharapkan akan menguntungkan warga sebagai pemilik tanah, maupun Kementerian Pekerjaan Umum(PU).

Sementara, kisruh warga yang masih memperdebatkan biaya ganti rugi, nampaknya tidak mempengaruhi rencana pembangunan.

Menurut Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Tangsel, Retno Pratiwi, pembebasan lahan akan rampung pada tahun ini.

“Jika tahun ini pembebasan lahan selesai, tahun depan sudah bisa dimulai pembangunan proyeknya,” ujar Retno.

Saat ini, rencana pembangunannya sendiri sudah masuk pada terbentuknya tim pembangunan jalan tol yang bertugas mencari investor untuk memenuhi biaya pembangunan JORR.

Pencarian investor sendiri, jelasnya, berdasarkan proses tender yang akan dilakukan kemudian. Untuk luas Kunciran-Serpong saja, memakan jarak sepanjang 11,2 km. Sedangkan  tol Kunciran-Cengkareng memakan jarak sepanjang 14,1 KM.

Jika pada 2012 selesai pembebasan maka 2013 akan mulai pembangunan. Jika 2012 ini belum terealisasi pembebasan lahan, maka 2014 akan dibangun.Di tempat terpisah Kepala bagian pertanahan Pemkot Tangsel, Heru Wibisono mengatakan pembebasan lahan masih menunggu kelengkapan dokumen dari Pemerintah Pusat, sehingga belum jelas kapan akan dilaksanakan.

Sebelumnya pada rapat dengan kementerian PU di Kecamatan Pondok Aren Januari yang lalu, yang dihadiri Sekretaris Daerah Kota Tangsel Dudung E. Diredja, tim pengadaan tanah dari Kementerian Pekerjaan Umum, Camat Pondok Aren, dan Danramil Pondok Aren.

Dalam paparannya, Sekda Kota Tangsel, Dudung Diredja mengingatkan warga bahwa pembangunan Jalan Tol Serpong-Kunciran- Bandara  Soekarno-Hatta (Soetta) pada akhirnya akan mampu lebih mensejahterakan warga Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

“Saya pun ingin agar pembebasan lahan itu dalam format ganti untung,” papar Dudung.

Sontak pernyataan Dudung disambut gemuruh warga. “Kalau begini sih saya setuju pembangunan jalan tol ini,” ujar Jaelani, satu warga yang duduk di bagian belakang.

Komentar Anda

comments