Pohon Dipaku untuk Hiasi Tampang Calon Wali Kota, Pemkot Tangerang Ditunggu Aksinya

Palapnews.com Menjamurnya spanduk atau baliho di pohon membuat tampilan estetika kota menjadi kumuh. Apalagi, pemasangan alat peraga kampanye atau alat peraga sosial yang didominasi para bakal calon wali kota Tangerang periode 2024-2029 yang menempel dengan cara dipaku, dan berdampak pada kesehatan maupun kerusakan pohon.

Para bakal calon wali kota Tangerang yang siap mengikuti pesta demokrasi lima tahunan seharusnya memberikan contoh yang baik dengan tidak memasang baliho atau spanduk di pohon.

Melihat tampilan pohon dengan hiasan indah tampang para bakal calon wali kota Tangerang ini membuat Pemerintah Kota Tangerang mengambil sikap tegas yakni akan melakukan penertiban secara menyeluruh karena pemasangan tersebut sudah melanggar ketentuan yang ada.

Penjabat Wali Kota Tangerang, Nurdin menyampaikan, untuk pemasangan baliho atau spanduk di pohon dan dipaku itu melanggar Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 10 Tahun 2016, Pasal 14 huruf a mengenai larangan yakni setiap orang dan atau badan dilarang memaku pohon. Dan,
sanksinya di pasal 16 berupa peringatan tertúlis dan atau denda administratif.

“Pemda melalui Satpol PP dan aparat wilayah dalam hal ini Kasi Trantib akan  menertibkan dan mencabut spanduk dan poster tersebut,” ucap Penjabat Wali Kota Tangerang, Nurdin, Rabu, 15 Mei 2024.

Salah satu warga, Herman mengatakan, adanya larangan untuk tidak memaku pohon yang mengkibatkan kerusakan tentunya harus menjadi perhatian khusus bagi pemerintah daerah untuk berani melakukan penertiban dari baliho maupun spanduk yang terpasang di pohon.

“Kan aturannya sudah jelas, ya tinggal ditertibkan saja. Dan, Pemerintah Kota Tangerang harus berani mengambil tindakan. Spanduk dan baliho yang terpasang juga orang-orang yang ngerti aturan,” jelasnya.

Herman menyarankan agar para bakal calon wali kota Tangerang harus mau memberikan edukasi dan sosialisasi kepada jaringan, kader maupun partisipannya untuk tidak memasang spanduk atau baliho di pohon, apalagi sampai memakunya.(ydh)