Palapanews.com– Untuk meminimalisir angkat stunting atau masalah gizi kronis pada anak di Kota Tangerang, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus melakukan terobosan untuk sektor kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar setiap manusia.
Dalam hal kesehatan, khususnya stunting, Pemkot Tangerang telah merumuskan atau menganalisa untuk meminimalisir angka stunting yakni anlisis situasi, rencana pekerjaan, rembuk stunting, mengeluarkan peraturan wali kota (perwal), membangun kader hingga pengukuran dan uji stunting.
Dari rumusan tersebut dapat dihasilkan angka stunting di Kota Tangerang sejak 2018 diangka 19,1 persen dan turun diangka 15,3 persen pada 2021. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan angka stunting Provinsi Banten sebesar 24,5 persen, bahkan juga lebih rendah dari angka nasional yaitu 24,4 persen.
Untuk menekan angka stunting yang lebih rendah, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang akan melakukan pendataan dan pemantauan terhadap anak kurang gizi yang tersebar di 13 kecamatan (104 kelurahan). Tujuannya tak lain adalah untuk melakukan pemantauan dan penanganan secara intens dimasing-masing wilayah terhadap ibu hamil.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni menerangkan, Pemerintah Kota Tangerang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan meningkatkan kualitas pelayanan seperti menjamin asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan, serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.
“Faktor ini harus didukung oleh semua unsur (pemerintah dan masyarakat), sehingga pelayanan, pengawasan dan pendataan stunting di Kota Tangerang terpantau dengan baik,” paparnya.
Sebagai informasi, dalam Rembuk Stunting kali ini juga diambil tanda tangan menyepakati beberapa hal. Diantaranya, seluruh stakeholder mendukung percepatan pencegahan stunting terintegrasi. Sasaran dan kelurahan menjadi prioritas dengan target kinerja. OPD dan kelurahan berperan dalam upaya percepatan penurunan stunting mulai dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring hingga evaluasi.
Sementara itu, atas rendahnya angka stunting di Kota Tangerang, Pemerintah Kota Tangerang memperoleh penghargaan yang diterima langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin yang diserahkan langsung oleh Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak, Kementerian Kesehatan, Erna Muliati.
“Capaian ini adalah hasil dari kolaborasi bersama antara masyarakat dan juga Pemerintah Kota Tangerang,” ungkap Sachrudin.
Sachrudin menambahkan, dalam urusan pencegahan dan penanganan stunting, Pemerintah Kota Tangerang mengedepankan semangat kolaborasi dari berbagai OPD yang ada, mulai dari masyarakat usia remaja,ibu hamil, bayi, balita dan keluarga.
“Agar angka stunting bisa terus ditekan, hingga pada akhirnya tidak ditemukan kasus stunting di Kota Tangerang,” jelasnya.(Adv)
